RM.id Rakyat Merdeka - Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menjadi jawara pada seri Formula 1 Grand Prix (GP) Qatar. Dengan hasil ini, Verstappen semakin membayang-bayangi puncak klasemen. Penentuan gelar juara dunia F1 musim ini pun baru bisa ditentukan dari hasil seri pamungkas: GP Abu Dhabi.
Berkat kemenangan ketujuh pada di Sirkuit Lusail, Senin (1/12/2025) dini hari WIB, Verstappen memperpendek jarak dengan pemimpin klasemen hingga tinggal 12 poin. Saat ini, puncak klasemen ditempati Lando Norris (McLaren) dengan 408 poin, diikuti Verstappen (396 poin), dan Oscar Piastri (McLaren) dengan 392 poin.
Meskipun peluangnya untuk meraih gelar kelima berturut-turut yang akan menyamai total gelar Juan Manuel Fangio dan menyandingkannya dengan Michael Schumacher sudah di depan mata, Verstappen tak mau bernafsu.
Baca juga : Banjir Sumatera Ulah Manusia, Bukan Karena Alam Semata
“Saya jauh lebih santai sekarang. Maksud saya, saya tahu saya tertinggal 12 poin. Saya hanya akan menghadapi balapan terakhir dengan energi positif,” ujar Verstappen dilansir AutoSport.com.
Verstappen menegaskan gelar juara dunia tidak lagi menjadi tujuan utama yang bisa membebani dirinya. “Saya akan mencoba semua yang saya bisa. Tetapi pada saat yang sama, jika saya tidak memenangkannya, saya tetap tahu bahwa saya menjalani musim yang luar biasa. Jadi, itu tidak terlalu penting,” tegas pebalap Belanda tersebut.
Dengan punya sikap seperti ini, bisa mengurangi tekanan dalam balapan.
Baca juga : Gus Yahya Galang Kekuatan, Kiai Miftah Siapkan Muktamar
Sementara, dalam balapan di Qatar, Oscar Piastri (McLaren) yang meraih pole position sempat memimpin balapan didampingi rekan setimnya, Lando Norris. Namun, keputusan strategi menjadi kunci bagi kemenangan Verstappen.
Safety Car muncul pada lap ketujuh setelah insiden tabrakan antara Nico Hulkenberg dan Pierre Gasly. Saat mayoritas pebalap masuk pit, McLaren Piastri dan Norris memilih untuk tetap berada di lintasan. Keputusan tersebut terbukti fatal. Verstappen, yang melakukan pit stop tepat waktu, akhirnya mampu memimpin balapan sejak lap ke-25 dan tak terhentikan hingga finis.
Verstappen memenangkan balapan, diikuti Piastri di posisi kedua, dan Carlos Sainz Jr. (Williams) secara mengejutkan finis ketiga. Norris berhasil menyelamatkan poin penting dengan menyalip Kimi Antonelli (Mercedes) di lap terakhir, finis di posisi keempat.
Baca juga : Pratikno Pimpin Penanganan Bencana: Perintah Presiden, Kerahkan Semua Kekuatan Nasional
Verstappen mengakui bahwa tantangan meraih gelar kali ini terasa lebih berat. Ia memimpin perburuan gelar dengan mobil Red Bull RB21 yang diakuinya “jelas bukan mobil yang paling kompetitif secara keseluruhan.”.
Meski menghadapi “paruh pertama musim yang benar-benar sulit,” Verstappen menilai kampanyenya sebagai “sangat kuat.” Ia merasa bangga masih bisa berada dalam pertarungan gelar, terutama setelah sempat merasa tidak melihat jalan untuk menang lagi di pertengahan musim.
“Kami jelas membuat langkah yang sangat bagus dengan mobil ini, dan di beberapa akhir pekan, kami berada dalam kondisi yang sangat kompetitif di mana kami bisa memenangkan balapan. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memenangkan balapan di mana seharusnya kami tidak menang, seperti hari ini, dengan membuat keputusan yang tepat sebagai sebuah tim,” tutupnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.