Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dibeberkan PBB, Jakarta Ibu Kota Terpadat Nomor Satu Di Dunia
Trubus Rahardiansyah: Jakarta Menjadi Kota Global Semakin Berat
Senin, 1 Desember 2025 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DKI Jakarta menempati posisi pertama sebagai ibu kota terpadat di dunia. Data itu berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan judul "World Urbanization Prospects: 2025: Summary of Results" pada 23 November 2025.
Menurut laporan Prospek Urbanisasi Dunia 2025 dari Departemen Ekonomi dan Sosial PBB, kota-kota kini menampung 45 persen dari populasi global yang berjumlah 8,2 miliar jiwa.
Jakarta kini menjadi kota terpadat di dunia, dengan hampir 42 juta penduduk. Di posisi kedua, ada ibu kota Bangladesh, Dhaka, dengan hampir 40 juta penduduk, dan ibu kota Jepang, Tokyo, dengan 33 juta penduduk.
Baca juga : Chico Hakim: Kepadatan Menjadi Kekuatan, Bukan Beban
Populasi Indonesia saat ini adalah 286 juta jiwa, menurut penjabaran data PBB terbaru dari Worldometer. Negara Asia Tenggara itu berada di peringkat ke-4 dalam daftar negara dan dependensi berdasarkan jumlah penduduk.
Menanggapi data tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku kaget dengan laporan PBB yang menempatkan Jakarta sebagai ibu kota terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk. Rano menilai angka tersebut berbeda jauh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah penduduk resmi Jakarta adalah sekitar 11 juta jiwa.
“Tiba-tiba populasi Jakarta sampai 41 juta kan? Wow, kita juga terkajut. Data BPS kita kan Jakarta itu 11 juta,” ucap Rano saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).
Baca juga : Bencana Masih Mengintai
Rano menduga angka besar itu muncul karena PBB menghitung wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Menurut dia, penduduk dari Depok, Bekasi, dan Bogor yang beraktivitas harian di Jakarta ikut masuk dalam perhitungan populasi. “Jujur kita juga agak confuse (bingung) ya. Mungkin Jakarta dihitung menjadi bagian dari kota aglomerasi. Karena dihitung ini kan Depok, Bekasi, kemudian Bogor,” kata Rano.
Juru bicara Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim tidak mau ambil pusing dengan data yang dibeberkan oleh PBB. Bagi dia, data dari PBB akan dijadikan pembanding bagi Pemprov Jakarta. “Pemprov Jakarta tetap gunakan data resmi BPS untuk perencanaan,” ujar dia.
Baca juga : Kapolri Kerahkan Pasukan Dan Logistik Ke Titik Terisolir
Sementara, Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai stempel sebagai kota terpadat nomor satu di dunia membuat citra Jakarta menjadi negatif. “Pemprov Jakarta harus berbenah,” pintanya.
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan Trubus Rahardiansyah terkait predikat Jakarta sebagai kota terpadat nomor satu di dunia, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya