BREAKING NEWS
 

Gagal Raih Juara Fprmula 1, Lewis Hamilton Bisa Terdepak Dari Ferrari

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : RIFFMY
Jumat, 2 Januari 2026 06:15 WIB
Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/lewishamilton)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masa depan Lewis Hamilton bersama Ferrari mulai diselimuti tanda tanya. Musim debut juara dunia tujuh kali itu bersama klub Scuderia tersebut dinilai jauh dari harapan. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa era Hamilton di Formula 1 bisa berakhir lebih cepat dari rencana awal.

Hamilton bergabung dengan Ferrari dengan ambisi besar: menambah satu gelar juara dunia dan menggenapkan koleksi trofinya menjadi delapan sebelum pensiun. Namun, performa yang kurang meyakinkan di musim pertamanya dengan seragam merah membuat publik dan pengamat mulai mempertanyakan apakah pembalap Inggris itu masih berada di puncak performa. 

Momentum perubahan sebenarnya terbuka lebar bagi Ferrari. Mulai 2026, Formula 1 akan memasuki era baru dengan regulasi mesin dan aerodinamika yang sepenuhnya berbeda. Regulasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi Ferrari untuk kembali bersaing dalam perebutan kemenangan dan gelar juara dunia. 

Namun, jika Ferrari kembali gagal memaksimalkan regulasi baru atau Hamilton tak mampu mengeluarkan potensi terbaik mobil, musim depan bisa menjadi yang terakhir baginya di grid Formula 1. 

Baca juga : Kumpul Di Rumah Bahlil, 4 Pimpinan Partai Perkuat Koalisi

Dalam skenario tersebut, nama Oliver Bearman mengemuka sebagai kandidat kuat pengganti Hamilton. Mantan bos tim Haas, Gunther Steiner, secara terbuka menyebut pembalap muda Inggris itu sebagai “kandidat yang jelas” untuk kursi Ferrari. 

Bearman, yang kini berusia 20 tahun, merupakan pembalap pengembangan Ferrari dan menjalani musim debut yang solid di Formula 1 bersama Haas. 

Adsense

Meski sempat terseok di awal musim akibat sejumlah kesalahan dan penalti, performanya meningkat signifikan di paruh kedua kompetisi. 

“Tahun ini dia cepat di awal, tapi terlalu banyak mengambil risiko. Di paruh kedua musim, dia berubah total, lebih rapi, minim kesalahan, dan tetap mengumpulkan poin,” ujar Steiner seperti dikutip dari ESPN, kemarin. 

Baca juga : DPR-Menteri-Kepala Daerah Konsolidasi Nasional Di Aceh

Statistik mendukung penilaian tersebut. Bearman menutup musim dengan keunggulan tiga poin atas rekan setimnya yang lebih berpengalaman, Esteban Ocon. 

Puncak performanya terjadi di Grand Prix Meksiko, saat ia finis keempat dan mencuri perhatian lewat manuver berani menyalip Max Verstappen dan George Russell di tikungan yang sama. 

Steiner menilai Ferrari harus membuka pintu lebar bagi Bearman. “Jika Lewis tidak mendapatkan kesuksesan yang dia butuhkan, saya rasa dia tidak akan melanjutkan. Dan kalau itu terjadi, Ferrari sudah punya kandidat yang jelas,” katanya. 

Bearman pun realistis. Ia tak menampik rasa iri melihat sesama rookie, Isack Hadjar, yang langsung promosi ke tim utama Red Bull pada 2026. Namun ia yakin kesempatannya bersama tim papan atas, termasuk Ferrari, tinggal menunggu waktu. 

Baca juga : Bangun Jembatan Dan Huntara, Purbaya Kucurkan Rp 268 M

“Saya yakin waktu saya akan tiba. Saya bahagia untuk generasi rookie yang mulai mendapat pengakuan. Sekarang saya hanya menunggu kesempatan itu datang,” ujar Bearman. 

Ferrari mungkin belum membuat keputusan resmi. Namun satu hal mulai terang: jika era Hamilton benar-benar mendekati garis akhir, Scuderia tampaknya sudah mengantongi nama penerusnya. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense