RM.id Rakyat Merdeka - Liverpool melangkah ke selatan Inggris dengan beban ekspektasi yang tak ringan. Duel melawan Bournemouth di Premier League, Minggu (25/1/2026) dini hari WIB, menjadi ujian penting bagi The Reds yang belum juga meraih kemenangan liga sepanjang 2026.
Modal Eropa sebenarnya cukup meyakinkan. Kemenangan telak 3-0 atas Marseille di Liga Champions sempat mengangkat optimisme publik Anfield. Namun, konsistensi di kompetisi domestik masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pasukan Arne Slot.
Baca juga : Huntara Dibangun Pakai Bahan Premium, Warga Aceh Tamiang Semringah
Di sisi lain, Bournemouth juga datang dengan agenda kebangkitan. Hasil imbang 1-1 melawan Brighton & Hove Albion membuat The Cherries masih tertahan di papan tengah dan membutuhkan poin untuk menjauh dari zona rawan.
Secara historis, Liverpool berada jauh di atas angin. Dari 13 pertemuan terakhir, 12 di antaranya dimenangkan The Reds. Pada perjumpaan pertama musim ini, Bournemouth pun harus mengakui keunggulan Liverpool dengan skor 2-4. Total, gawang Bournemouth telah kebobolan 52 gol dari Liverpool—catatan yang menegaskan dominasi sang juara bertahan.
Baca juga : Tinggal Di Bandara Selama Satu Tahun
Kabar baik bagi Liverpool datang dari kembalinya Mohamed Salah usai Piala Afrika. Kehadiran penyerang asal Mesir itu diyakini bakal menambah daya gedor lini depan.
Meski demikian, Slot tak bisa lengah. Bournemouth dikenal tak gemar bertahan terlalu dalam—sebuah pendekatan yang bisa menjadi bumerang jika Liverpool mampu memaksimalkan ruang. Laga pukul 00.30 WIB nanti pun diprediksi berlangsung terbuka, sarat intensitas, dan penuh drama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.