RM.id Rakyat Merdeka - Ajang seni bela diri campuran (MMA) terbesar di Indonesia, One Pride MMA, kembali menghadirkan pertarungan bergengsi melalui gelaran Fight Night 89 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026.
Event ini akan disiarkan secara pay-per-view mulai pukul 20.35 WIB melalui platform Vidio. Salah satu laga yang paling dinantikan adalah pertarungan perebutan sabuk juara kelas lightweight antara juara bertahan Ronald Mastrana Siahaan melawan penantang kuat Windri Patilima.
Duel ini diprediksi berlangsung sengit. Mengingat, rekam jejak kedua petarung yang sama-sama impresif di oktagon. Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0) datang sebagai juara bertahan dengan performa konsisten dalam beberapa laga terakhir.
Petarung asal Bogor yang dijuluki “The Kick of Death” itu dikenal memiliki gaya bertarung agresif dan eksplosif. Kemampuan striking yang mematikan serta kemampuan penyelesaian cepat melalui KO/TKO maupun submission membuat Ronald difavoritkan untuk mempertahankan sabuk juara di divisi lightweight.
Di sisi lain, Windri Patilima (11-2-0) hadir sebagai penantang dengan pengalaman bertanding lebih banyak. Petarung yang dijuluki “The Bad Boy” tersebut sebelumnya berkiprah di divisi welterweight dan kini turun ke kelas ringan demi merebut gelar juara.
Adaptasi lintas divisi itu justru dinilai menjadi keunggulan bagi Windri, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi, teknik bertarung lengkap, serta mentalitas kompetitif di dalam oktagon.
Baca juga : Hari Film Nasional dan Cara Kita Menilai Karya Kreatif
Selain duel perebutan sabuk juara, Fight Night 89 juga menghadirkan inovasi baru melalui kelas Hystrike, yang memadukan unsur hiburan dan pertarungan.
Salah satu laga yang mencuri perhatian adalah pertemuan antara Pinter Berantem melawan Preman Pensiun. Pertarungan ini diprediksi menjadi salah satu sajian paling menarik bagi penonton karena menghadirkan karakter dan latar belakang yang kontras.
Chief Operating Officer One Pride MMA, Suwardi mengatakan Fight Night 89 tidak hanya menghadirkan pertarungan berkualitas, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi para petarung terbaik Indonesia.
“Fight Night 89 ini bukan cuma soal pertandingan, tapi juga ajang pembuktian bagi para petarung terbaik Indonesia. Antusiasme juga terasa besar, terutama untuk laga Ronald melawan Windri yang memang sudah lama ditunggu-tunggu. Kami juga menghadirkan sesuatu yang baru lewat Hystrike agar penonton mendapat pengalaman yang lebih segar,” kata Suwardi di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dia berharap ajang tersebut dapat terus mendorong perkembangan MMA di Indonesia sehingga atlet Tanah Air semakin diperhitungkan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di level internasional.
Dari total 12 laga yang dijadwalkan pada Fight Night 89, lima di antaranya menjadi partai utama yang disiarkan secara eksklusif melalui layanan pay-per-view di platform Vidio sebagai mitra resmi OTT One Pride MMA.
Baca juga : Persib Vs Malut United, Maung Bandung Siap Hadapi Laga Sulit
Managing Director Vidio, Hermawan Sutanto mengatakan kerja sama dengan One Pride MMA merupakan bagian dari komitmen platform tersebut dalam menghadirkan tayangan olahraga berkualitas bagi penonton.
“Melalui Fight Night 89, Vidio menyuguhkan pertarungan berkualitas dari para petarung terbaik Tanah Air sekaligus membuka peluang lebih luas bagi MMA Indonesia untuk dikenal di kancah global. Kehadiran One Pride juga memperkuat posisi Vidio sebagai Home of Sports dengan beragam tayangan olahraga unggulan,” ujarnya.
Sementara itu, kompetisi One Pride Physical OP 89 yang telah memasuki empat episode di kanal YouTube One Pride MMA juga menyajikan persaingan ketat antara Tim Merah yang dipimpin Ronald Mastrana Siahaan dan Tim Biru yang dikomandoi Windri Patilima. Kedua tim saling mengejar poin hingga kedudukan berakhir imbang 2-2 di akhir episode keempat.
Penentuan juara kini bergantung pada tantangan terakhir bertajuk Battle Ropes, yang akan menjadi pembuktian pamungkas sebelum kedua kapten tim benar-benar bertarung di atas oktagon.
Di sisi lain, kabar positif datang dari jalur pembinaan atlet Indonesia di tingkat internasional. Petarung Yudi Cahyadi resmi terpilih mengikuti program UFC Performance Institute (UFC PI) dalam rangka mengikuti Road to UFC.
Program tersebut merupakan salah satu jalur strategis untuk mencetak atlet berstandar global melalui pendekatan pelatihan modern, sport science, serta eksposur terhadap ekosistem MMA internasional.
Baca juga : Terima Penghargaan INDOPOSCO, Menag Ingatkan Harmoni demi Stabilitas
Terpilihnya Yudi dinilai menjadi indikator bahwa kualitas petarung Indonesia semakin diperhitungkan dan memiliki potensi untuk bersaing di panggung dunia.
Fight Card One Pride Fight Night 89 (PPV Vidio, 20.35 WIB)
Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0) vs Windri Patilima (11-2-0) – Title Fight Lightweight Pinter Berantem (0-0-0) vs Preman Pensiun (0-0-0) – Hystrike Mario Satya (12-9-0) vs Ikhsan Lani (3-1-0) – Contender Fight Bantamweight Nendi Speed (5-1-0) vs Edowar Firnanda (5-6-0) – Hystrike Yudi Cahyadi (7-2-0) vs Ajuldihamro Simbolon (6-7-0) – Title Fight Featherweight Fight Card Prelims (YouTube One Pride MMA, 17.00 WIB) Hatoropan Simbolon (7-8-0) vs Alan Lolo (5-3-0) Gideon Manurung (8-4-0) vs Antoni Tambunan (5-3-0) – Hystrike Tournament Ade Permana (12-2-0) vs Donny Simangunsong (4-1-0) – Hystrike Tournament Eka Darmawansyah (4-4-0) vs Porhens Pareda (3-0-0) – Hystrike Tournament Iman Lesmana (6-1-0) vs Rizki Pakaya (5-4-0) – Hystrike Exhibition Billy Pasulatan (13-5-0) vs Rama Suphandi (11-5-0) Novan Kaunang (12-4-0) vs Cueng Naibaho (6-0-0) – Hystrike Tournament.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.