RM.id Rakyat Merdeka - Perjalanan Paraguay di Piala Dunia 2026 harus berakhir pada babak 16 besar setelah menyerah 0-1 dari Prancis di Stadion Philadelphia, kemarin pagi WIB. Meski gagal melangkah ke perempat final, La Albirroja meninggalkan turnamen dengan kepala tegak karena merasa telah memberikan segalanya saat menghadapi salah satu favorit juara.
Satu-satunya gol dalam pertandingan itu dicetak kapten Prancis, Kylian Mbappe, melalui titik penalti pada menit ke-70. Hadiah penalti diberikan setelah wasit meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR) dan memutuskan Désiré Doué dijatuhkan Diego Gómez di dalam kotak terlarang.
Selama lebih dari satu jam pertandingan, Paraguay mampu membuat lini serang Prancis frustrasi. Organisasi pertahanan yang disiplin membuat Les Bleus kesulitan menciptakan peluang bersih meski mendominasi penguasaan bola dan terus menekan sepanjang laga.
Kiper Paraguay, Orlando Gill, menilai timnya tidak perlu menyesali hasil tersebut. Menurutnya, seluruh pemain telah berjuang maksimal hingga peluit panjang berbunyi. “Kami pergi dengan kepala tegak. Kami sudah mengerahkan segalanya di atas lapangan.
Kami bahkan bisa saja memaksakan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu karena kami bertahan dengan sangat baik,” ujar Gill seperti dikutip dari ABC Deportes.
Baca juga : Agnez Mo Ultah, Kenang Pahit Dan Manis Bangun Karier
Statistik menunjukkan Prancis menguasai 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, lima diantaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Paraguay hanya mampu menciptakan lima percobaan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Meski demikian, lini belakang yang dikomandoi Gustavo Gómez dan Omar Alderete tampil disiplin mematahkan berbagai serangan Prancis. Gill juga tampil gemilang di bawah mistar dengan melakukan empat penyelamatan penting yang membuat Mbappe dan kolega harus menunggu hingga babak kedua untuk memecah kebuntuan.
Permainan keras Paraguay sempat memancing emosi para pemain Prancis. Namun Gill menegaskan gaya bermain tersebut merupakan identitas timnya sejak awal turnamen.
“Paraguay memang seperti ini, tim yang bermain keras. Sejak awal turnamen kami ingin menunjukkan siapa kami, memperlihatkan ketangguhan kami. Kalau bolanya lolos, pemainnya jangan. Saya pikir tim sudah menjalankan tugasnya dengan baik,” tegas penjaga gawang berusia 24 tahun itu.
Di kubu seberang, pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui timnya harus bekerja keras untuk membongkar pertahanan rapat Paraguay. Menurutnya, pertandingan tersebut bukan tontonan yang menarik karena lawan lebih memilih bermain sangat defensif, tetapi hal itu justru menjadi tantangan yang harus dihadapi timnya.
Baca juga : ”Karpet Merah” Digelar Pemerintah untuk Investor
“Itu tidak mudah. Mereka menggunakan segala cara,” ujar Deschamps seperti dikutip Reuters.
Pelatih yang membawa Prancis menjadi juara dunia 2018 itu menilai Paraguay memperlihatkan kualitas organisasi pertahanan yang sangat baik sehingga Les Bleus dipaksa bersabar sepanjang pertandingan.
“Ini bukan jenis sepak bola yang akan menarik orang datang ke stadion, tetapi pertahanan mereka sangat bagus. Selalu sulit menghadapi tim-tim Amerika Selatan seperti ini,” ujarnya.
Deschamps menegaskan, pada fase gugur yang terpenting bukanlah bagaimana cara menang, melainkan memastikan tiket ke babak berikutnya.
“Di babak seperti ini tidak ada pertandingan yang mudah. Yang paling penting adalah kami berhasil lolos. Kami harus menerima jenis pertandingan seperti ini dan menemukan cara untuk memenangkannya,” tegasnya.
Baca juga : Pesawat Tempur AS Hilir Mudik di Selat Hormuz, Iran Geram
Kemenangan tipis tersebut memastikan Prancis melaju ke babak perempat final. Les Bleus akan menghadapi Maroko di Stadion Boston pada 10 Juli 2026 dalam perebutan tiket semifinal.
Bagi Paraguay, pencapaian menembus babak 16 besar menjadi penanda kebangkitan setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022. Meski belum mampu menyamai prestasi terbaik saat mencapai perempat final pada Piala Dunia 2010, penampilan La Albirroja sepanjang turnamen tetap menuai apresiasi, terlebih mereka lebih dulu menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Jerman pada babak 32 besar sebelum akhirnya langkahnya dihentikan Prancis. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.