RM.id Rakyat Merdeka - Presiden LaLiga, Presiden UEFA dan serikat pemain menuding FIFA lebih mengutamakan kepentingan komersial. Desakan agar Presiden FIFA mundur kian menguat.
Presiden LaLiga Javier Tebas kembali melontarkan kritik keras terhadap FIFA dan Presiden Gianni Infantino. Tebas menilai, kebijakan FIFA dalam beberapa tahun terakhir telah menghancurkan industri sepak bola karena lebih mengutamakan kepentingan komersial dibanding keberlangsungan kompetisi domestik dan kesejahteraan pemain. Dia bahkan secara terbuka meminta Infantino mundur dari jabatannya.
Menurut Tebas, rencana memperluas Piala Dunia menjadi 64 peserta pada 2030 hanya akan memperparah kepadatan kalender pertandingan.
Dia menegaskan bahwa liga-liga domestik merupakan fondasi utama sepak bola dunia, sementara FIFA justru terus menambah turnamen tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap klub dan pemain.
Baca juga : China Open 2026, Rachel/Febi Bungkam Andalan Tuan Rumah
Bos Liga Spanyol itu juga menyoroti sejumlah kontroversi selama Piala Dunia 2026, seperti jeda babak pertama final yang berlangsung lebih lama dari biasanya, jeda hidrasi di stadion berpendingin udara, hingga keputusan disiplin yang dinilai sarat intervensi politik.
“FIFA lebih mengutamakan kepentingan bisnis dan siaran televisi dibanding integritas olahraga,” tegas Tebas.
Sebelumnya, Presiden UEFA Aleksander Ceferin tidak menghadiri Final Piala Dunia 2026 di tengah memburuknya hubungan UEFA dan FIFA.
Ketidakhadirannya dipandang sebagai sinyal ketidakpuasan terhadap arah kepemimpinan Infantino.
Baca juga : Asing Borong Saham: IHSG Menanjak, Rupiah Menguat
Dari sisi pemain dan kompetisi, Serikat Pesepak Bola dunia FIFPRO bersama World Leagues Forum juga sejak lama memperingatkan bahwa ekspansi turnamen FIFA akan meningkatkan risiko cedera dan kelelahan pemain akibat kalender pertandingan yang semakin padat.
Kedua organisasi itu bahkan sempat menempuh jalur hukum terkait penambahan agenda kompetisi FIFA.
Kritikan juga datang dari Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Alain Berset. Dia menuduh FIFA membuka peluang terhadap persoalan integritas sepak bola, mulai dari dugaan campur tangan politik hingga meningkatnya pengaruh industri taruhan dalam turnamen.
Berset mendesak FIFA segera melakukan reformasi tata kelola menjelang Piala Dunia 2030.
Baca juga : Pangkalannya Dirudal Iran, 100 Tentara AS Luka-luka
Di Inggris, Partai Liberal Demokrat melalui Ed Davey dan anggota parlemen Munira Wilson bahkan menyerukan agar FA dan UEFA mempertimbangkan membentuk badan sepak bola dunia baru apabila FIFA terus dianggap gagal menjaga integritas olahraga. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.