BREAKING NEWS
 

MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 Dibuka, Tangerang & Semarang Jadi Pembuka

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 6 September 2026 19:15 WIB
Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2026 -2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Minggu (6/9/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026-2027 resmi bergulir. Tangerang dan Semarang menjadi dua kota pembuka kompetisi sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife.

Seri pertama berlangsung pada 1-6 September 2026. Di Tangerang, SDN Pinang 3 keluar sebagai juara Kelompok Usia (KU) 10, sedangkan SDN Kunciran 8 menjadi kampiun KU 12. Sementara di Semarang, gelar juara diraih SDN Kembangarum 2 Semarang untuk KU 10 dan MI Pagersari-Patean di KU 12.

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan, bergulirnya kembali MLSC menjadi bukti konsistensi dalam membangun pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput.

Pada musim 2026-2027, MLSC juga memperluas jangkauan dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya atau Jakarta Utara, Garut, dan Jayapura.

“Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini. Karena target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035,” kata Teddy.

Dia mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan MLSC. Mulai dari sekolah, orang tua hingga para mitra.

Menurut Teddy, geliat sepak bola putri di level usia dini semakin terlihat pada seri pembuka musim ini. Di Semarang terdapat sembilan sekolah baru yang ambil bagian. Sementara di Tangerang terdapat empat sekolah pendatang baru.

Tambahan peserta tersebut membuat persaingan semakin kompetitif. Teddy melihat semakin banyak pemain belia yang menunjukkan kemampuan teknik sekaligus mental bertanding.

“Yang paling menggembirakan adalah kita bisa melihat karakter pemain yang semakin beragam dari seri-seri sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan kita tidak kekurangan supply pemain dari level grassroot,” ujarnya.

Menurutnya, semakin banyak anak perempuan yang mendapatkan kesempatan bermain dan berkompetisi secara rutin akan memperbesar peluang munculnya talenta-talenta baru bagi masa depan sepak bola putri Indonesia.

Di Tangerang, MLSC Seri 1 2026-2027 diikuti 1.037 atlet dari 57 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sebanyak 24 tim KU 10 dan 73 tim KU 12 bertanding di Stadion Kera Sakti dan Stadion Mini Cisauk.

Baca juga : MLSC Surabaya Lahirkan Dua Juara Baru Dari Kota Pahlawan

Sementara di Semarang, kompetisi diikuti 1.091 atlet dari 63 SD dan MI. Sebanyak 35 tim berlaga di KU 10 dan 67 tim berkompetisi di KU 12. Pertandingan digelar di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud Jatingaleh.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann menilai kesinambungan kompetisi menjadi bagian penting dalam pembinaan pesepak bola putri usia dini.

Menurutnya, perkembangan pemain tidak bisa diukur hanya dari satu pertandingan. Pemain membutuhkan ruang dan kesempatan bertanding secara berkelanjutan untuk belajar menghadapi berbagai situasi.

“Kalau melihat pemain dari perspektif pelatih, perkembangan mereka tidak bisa diukur hanya dari seberapa bagus mereka bermain dalam satu pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar dan membawa pembelajaran itu ke pertandingan berikutnya,” kata Timo.

Dia mengatakan kompetisi yang berkelanjutan memungkinkan pelatih melihat perkembangan pemain secara lebih utuh. Mulai dari kemampuan mengambil keputusan, membaca permainan hingga menghadapi tekanan.

Selain MLSC, sejumlah kompetisi lanjutan seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga turnamen internasional JSSL 7's Singapore juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan sepak bola putri.

“Pemain tidak harus langsung menjadi sempurna, tetapi perlu ruang untuk terus belajar dan menghadapi tantangan baru. MLSC menjadi salah satu pengalaman penting untuk membangun fondasi, sebelum mereka mendapat kesempatan tampil di kompetisi berikutnya dengan level yang lebih tinggi,” ujar Timo.

Dari Tangerang, SDN Pinang 3 merebut gelar KU 10 setelah melewati drama adu penalti melawan SDN Cipulir 03. Kedua tim bermain imbang tanpa gol pada waktu normal.

SDN Pinang 3 akhirnya menang 2-1 melalui adu penalti. Kiper Shofiauliya Ferdian menjadi pahlawan setelah menggagalkan tiga tendangan lawan. Dia juga menyumbangkan satu gol dalam adu penalti.

Adsense

“Waktu adu penalti tadi aku cuma diminta pelatih untuk yakin dan fokus melihat arah bola. Alhamdulillah bisa dapat hasil maksimal dan yang pasti senang dan bangga juga bisa jadi juara satu,” kata Shofiauliya yang juga terpilih sebagai Best Goalkeeper KU 10.

Sementara gelar KU 12 Tangerang diraih SDN Kunciran 8. Mereka mengalahkan SDN Kunciran 4 B dengan skor 3-1 pada laga final.

Baca juga : MLSC Seri 2 Bekasi Sukses, Srikandi Sepak Bola Kota Patriot Makin Bersinar

Revalia Safitri menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol melalui tendangan jarak jauh. SDN Kunciran 4 B sempat memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas Raisa Putri Ferdyan. Satu gol lainnya untuk SDN Kunciran 8 tercipta akibat gol bunuh diri kiper lawan, Shofie Salsabila.

Revalia mengaku bangga sekaligus terharu karena kemenangan tersebut menjadi gelar pertama timnya di ajang MilkLife Soccer Challenge.

“Pertama-tama yang pasti senang dan bersyukur, juga ada terharunya dan bangga sama teman-teman. Soalnya ini kemenangan pertama di MilkLife Soccer Challenge,” ujar Revalia yang juga menyabet gelar Best Player KU 12.

Dia menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota tim. Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi sejak babak penyisihan juga memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh.

“Lawan-lawannya dari kemarin juga jago-jago, tapi aku selalu semangat buat berjuang lebih keras lagi. Pokoknya harus semangat lagi buat ke depannya, kami harus pertahankan juara di turnamen berikutnya,” katanya.

Official SDN Kunciran 8, Irus mengatakan, mental bertanding menjadi salah satu kunci keberhasilan timnya. Persiapan dilakukan dengan serius, termasuk melalui sejumlah pertandingan uji coba.

“Kami cuma kasih arahan ke anak-anak untuk main disiplin, jangan mengandalkan teman, dan tanggung jawab di masing-masing lini,” ujar Irus.

Menurutnya, para pemain mampu mengatasi ketegangan di laga final dan menampilkan permainan terbaik. Termasuk Revalia yang memang mendapat instruksi khusus untuk memanfaatkan kemampuan tendangan jarak jauhnya.

“Beruntung anak-anak terlihat nggak gugup di lapangan sehingga bisa mengeluarkan penampilan terbaiknya, termasuk Reva yang saya instruksikan khusus untuk mengeluarkan tembakan dari jarak jauh,” katanya.

Pada musim ini, MLSC masih menggunakan format pertandingan tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Pertandingan babak penyisihan hingga perempat final berlangsung selama 2 x 10 menit. Sementara semifinal dan final dimainkan selama 2 x 15 menit.

Terdapat perubahan pada ukuran lapangan KU 10. Jika sebelumnya menggunakan dimensi 40 x 24 meter, kini ukurannya disamakan dengan KU 12, yakni 42 x 26 meter.

Baca juga : MLSC Jakarta & Solo Seri 2 2025-2026 Persaingan Ketat di Laga Puncak 2 Kota

Untuk KU 10, kompetisi diikuti pemain kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018. Sedangkan KU 12 diperuntukkan bagi peserta kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.

Selain kompetisi KU 10 dan KU 12, MLSC juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Tangerang, festival tersebut diikuti 75 siswi dari 22 SD dan MI. Sementara di Semarang diikuti 83 peserta dari 18 SD dan MI.

Setelah Tangerang dan Semarang, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 akan berlanjut di Jakarta Raya atau Jakarta Timur dan Yogyakarta pada 15-20 September 2026.

Berikut daftar juara MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027.

Tangerang KU 10: Juara SDN Pinang 3, runner-up SDN Cipulir 03.

Tangerang KU 12: Juara SDN Kunciran 8, runner-up SDN Kunciran 4 B.

Semarang KU 10: Juara SDN Kembangarum 2 Semarang, runner-up SDN Brumbungan.

Semarang KU 12: Juara MI Pagersari-Patean, runner-up SDN Karangsono 2 Mranggen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense