RM.id Rakyat Merdeka - Di bawah naungan Elliott Management, hubungan antara AC Milan dan Lille dinilai ambigu. Padahal, UEFA melarang satu pihak memiliki kendali atau pengaruh penentu atas dua klub berbeda yang bertanding dalam kompetisi yang sama.
Hubungan bisnis antara AC Milan dan klub asal Prancis, LOSC Lille pada era kepemilikan Elliott Management kembali menjadi sorotan publik.
Laporan investigasi terbaru dari media terkemuka Prancis, L’Equipe, mengklaim adanya pengaruh kuat dana investasi asal Amerika Serikat tersebut terhadap kebijakan internal Lille saat masih resmi menguasai Rossoneri.
Berdasarkan laporan L’Equipe yang dilansir MilanNews24, jajaran kepolisian keuangan Italia (Guardia di Finanza) menyita sejumlah pesan teks dan surel.
Baca juga : Marc Marquez Vs Jorge Martin, Rebutan Takhta Mandalika
Dokumen-dokumen tersebut mengindikasikan bahwa Elliott Management memiliki peran yang jauh lebih dominan di Lille daripada yang selama ini diakui ke publik. L’Equipe bahkan menyebut hubungan di antara kedua klub tersebut sangat ambigu.
Pesan-pesan tersebut terungkap di tengah penyelidikan aparat Italia terkait proses penjualan AC Milan dari Elliott Management ke RedBird Capital Partners yang berlangsung pada 2022.
Secara formal, Elliott Management hanya berstatus sebagai kreditur utama Lille ketika pemilik sebelumnya, Gerard Lopez terpaksa menjual klub kepada Merlyn Partners pada Desember 2020.
Narasi resmi yang beredar menyatakan bahwa Merlyn Partners memegang kendali penuh atas Lille, sementara Elliott sebatas pemberi pinjaman.
Baca juga : Disidang Perdana, Febrie Teken Perjanjian Tak Akan Nyuap Hakim
Namun, temuan L’Equipe menunjukkan indikasi berbeda. Pada Januari 2022, Gordon Singer, eksekutif Elliott sekaligus anggota dewan AC Milan kala itu, diduga ikut memberikan arahan terkait masa depan dua pilar Lille, Sven Botman dan Renato Sanches.
Beberapa bulan setelahnya, Maarten Petermann dari Merlyn Partners dilaporkan memberi tahu direktur olahraga Lille bahwa Amadou Onana harus dijual demi mengamankan kepentingan finansial Elliott.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa Elliott tidak sekadar menjadi penyedia dana, tetapi juga memengaruhi pergerakan skuat Lille di bursa transfer.
Keterlibatan ini krusial mengingat regulasi ketat UEFA melarang satu pihak memiliki kendali atau pengaruh penentu atas dua klub berbeda yang bertanding dalam kompetisi yang sama.
Baca juga : Hormati Putusan MK, Gibran Fokus Kerja
Pada musim 2020/2021, AC Milan dan Lille berada dalam satu grup di Liga Europa. Kedua tim juga kembali berlaga pada ajang Liga Champions di musim berikutnya.
Melihat potensi benturan kepentingan tersebut, L’Equipe menilai salah satu dari kedua klub seharusnya didiskualifikasi dari kompetisi Eropa saat itu.
Menanggapi laporan yang beredar, pihak Elliott Management langsung memberikan bantahan tegas. Mereka menegaskan bahwa hubungan dengan Lille murni sebatas hubungan finansial.
“UEFA telah melakukan penyelidikan atas masalah ini dan menyimpulkan bahwa Elliott tidak menjalankan kendali atau pengaruh penentu apa pun atas LOSC Lille. Satu-satunya hubungan Elliott dengan LOSC sejak awal hanyalah sebagai pihak penyedia dana,” tulis pernyataan resmi Elliott Management. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.