RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti maraknya dualisme kepengurusan organisasi kepemudaan. Untuk mengatasinya, pemerintah mendorong transparansi dalam proses pemilihan pimpinan melalui Peraturan Menpora (Permenpora) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan.
Erick menegaskan, pemilihan pimpinan organisasi kepemudaan hingga tingkat cabang harus berlangsung transparan agar menghasilkan keputusan terbaik dan mencegah munculnya kepengurusan ganda.
“Saya selalu sampaikan, dengan peraturan kementerian yang terbaru, kami mendorong proses pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan berikut cabang-cabangnya bisa transparan dan juga memutuskan hasil yang terbaik,” kata Erick seusai mengukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Surakarta, Senin (12/10) sore.
Baca juga : 22 Tahun Menanti, Buku Ilmuwan Indonesia Akhirnya Terbit di Brill Belanda
Dia menjelaskan, setelah kongres pemilihan pimpinan selesai, organisasi tidak perlu lagi menjalani proses pelantikan tambahan yang membutuhkan birokrasi panjang dan biaya ekstra. Hasil kongres cukup disampaikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk diverifikasi.
“Kami di Kemenpora sudah memiliki kesepakatan dengan Kementerian Hukum. Hasil kongres itu langsung didaftarkan, diregistrasikan. Insyaallah dengan mekanisme tersebut dualisme kepengurusan ini bisa kita terus kurangi,” terangnya.
Erick mengingatkan, pihak yang tidak puas dengan hasil kongres sebaiknya tidak menggelar kongres tandingan. Menurutnya, langkah tersebut tidak sehat karena berpotensi memicu perpecahan di dalam organisasi.
Baca juga : Buntut Houthi Bombardir Bandara Saudi, Jemaah Umroh RI Telantar
“Jadi jangan nanti ketika sudah ada pemilihan, ada lagi yang tidak puas lalu bikin kongres tambahan, ini tidak sehat,” tegasnya.
Karena itu, Erick meminta organisasi kepemudaan menjaga persatuan, terlebih Oktober menjadi momentum peringatan Sumpah Pemuda yang mencerminkan semangat persatuan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemenpora juga terus mendorong program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas pemuda agar mampu meningkatkan kompetensi serta bersaing di tingkat global.
Baca juga : Karhutla Makin Melebar
“Mudah-mudahan program-program kepemudaan menjadi hal yang positif, meningkatkan kapabilitas para pemuda untuk masa depan. Karena tidak ada bangsa yang bisa membangun ketika organisasi kepemudaannya terpecah-pecah, ini yang harus kita kawal,” pungkas Erick.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.