Dark/Light Mode

22 Tahun Menanti, Buku Ilmuwan Indonesia Akhirnya Terbit di Brill Belanda

Selasa, 13 Oktober 2026 08:38 WIB
Dr. Ayang Utriza Yakin dan bukunya “Undhang-Undhang Bantĕn”. [Foto: Dok]
Dr. Ayang Utriza Yakin dan bukunya “Undhang-Undhang Bantĕn”. [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menempuh perjalanan akademik lebih dari dua dekade, Dr. Ayang Utriza Yakin akhirnya menerima buku karyanya yang diterbitkan penerbit akademik internasional Brill, yang berbasis di Leiden, Belanda.

Buku tersebut tiba di kediamannya di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Jumat (9/10/2026) sore. Buku berjudul Undhang-Undhang Bantĕn itu diterbitkan dalam seri Studies in Islamic Law and Society, Volume 60. Brill merupakan penerbit akademik internasional yang berfokus pada bidang humaniora, ilmu sosial, hukum internasional, dan sains.

Momen menerima buku tersebut menjadi pengalaman emosional bagi Dr. Riza – sapaan akrab Dr. Ayang Utriza Yakin. Untuk pertama kalinya, dia dapat memegang langsung buku yang proses penulisannya telah melewati perjalanan panjang, mulai dari gagasan awal, penelitian doktoral, penulisan ulang naskah, hingga penerbitan.

Baca juga : Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Belum Terkalahkan

“Ketika pertama kali memegang buku ini, saya merasa terharu. Saya melihat sampulnya, membuka halaman demi halaman, dan hampir tidak percaya bahwa buku ini akhirnya benar-benar hadir,” kata Dr. Riza.

Dia mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya buku tersebut setelah melalui berbagai tahapan akademik yang tidak selalu berjalan mulus. “Alhamdulillah, setelah perjalanan yang begitu panjang, akhirnya saya bisa melihat hasilnya secara langsung. Bagi saya, ini bukan sekadar tentang sebuah buku, melainkan juga tentang kesabaran, ketekunan, dan perjalanan hidup,” ujarnya.

Dr Riza merupakan doktor bidang sejarah dan filologi dari École des Hautes Études en Sciences Sociales (EHESS), Paris, yang menyelesaikan studi doktoralnya pada 2013. Dia juga merupakan Assistant Professor bidang Islamic Studies di Universiti Brunei Darussalam dan Indonesian International Islamic University.

Baca juga : Belanda Vs Serbia, Oranje Pede Pesta Gol

Perjalanan buku tersebut bermula pada 2004, ketika Dr. Riza menjalani tahun pertama program Diplôme d'études approfondies (DEA), setara dengan jenjang magister, bidang sejarah di EHESS, Paris.

Pada masa itu, mentor intelektualnya, Profesor Claude Guillot, sejarawan Perancis yang memiliki spesialisasi sejarah Indonesia, mengusulkan topik penelitian yang kelak berkembang menjadi disertasi doktoral dan kemudian diterbitkan sebagai buku.

Penelitian untuk disertasi tersebut berlangsung selama lima tahun, yakni pada 2008–2013. Setelah menyelesaikan penelitian dan mempertahankan disertasinya di Perancis, Dr. menghadapi tantangan berikutnya: mengolah disertasi itu menjadi sebuah monograf akademik yang layak diterbitkan.

Baca juga : Jerman Menang Perdana Bersama Klopp, Belanda Imbang Lawan Yunani

“Menulis disertasi dan mengubahnya menjadi sebuah buku merupakan dua perjalanan yang berbeda. Setelah penelitian selesai, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar naskah tersebut siap diterbitkan,” katanya.

Proses penyempurnaan naskah tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kesibukan akademik, tanggung jawab profesional, serta kewajiban keluarga membuatnya harus mencari waktu dan kesempatan untuk kembali mengerjakan manuskrip tersebut.

Pada 2020–2021, ketika tinggal dan bekerja di Belgia, Dr. Riza kembali mencurahkan waktu selama sekitar satu tahun untuk merevisi naskah. Setelah melalui proses penyuntingan dan penyempurnaan, naskah itu dikirimkan kepada Brill pada musim panas 2022.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.