Dark/Light Mode

Budget Setara 3 Film Horor, The Doll Ghawiah Siap Teror Penonton

Sabtu, 17 Oktober 2026 16:50 WIB
Foto: Hitmaker Studios.
Foto: Hitmaker Studios.

RM.id  Rakyat Merdeka - Hitmaker Studios menyiapkan anggaran besar untuk menghadirkan teror boneka misterius dalam film horor The Doll Ghawiah.

Produser Rocky Soraya mengungkapkan, biaya produksi film yang berlatar Bandung pada 1988 itu setara dengan anggaran pembuatan tiga film horor reguler.

Tak hanya mengandalkan bujet besar, film ini juga menghadirkan set rumah kaca sebesar lapangan tenis demi menciptakan pengalaman horor yang lebih nyata dan sinematik.

Rocky Soraya mengaku belum dapat mengungkapkan nominal pasti anggaran produksi film tersebut.

Namun, ia memberikan gambaran mengenai besarnya biaya yang disiapkan untuk proyek terbaru Hitmaker Studios itu.

“Mungkin soal budget kita gak bisa spill angkanya pasnya. Tapi bisa bikin berapa film horor, tiga lah ya. Tapi bukan horor Hitmaker, ya,” kata Rocky Soraya saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).

Salah satu aspek yang menonjol dalam produksi The Doll Ghawiah adalah pembangunan set fisik berskala besar.

Sutradara Guntur Soeharjanto menjelaskan, rumah kaca yang muncul dalam film tersebut dibangun secara nyata untuk mendukung kebutuhan visual cerita.

“Rumah kaca itu kita bikin sebesar lapangan tenis tuh, benar riil gitu. Alhamdulillah semuanya kita bikin dengan safety, pemain semuanya juga Alhamdulillah aman,” ujar Guntur.

Baca juga : ANTV dan Netflix Siap Hadirkan Alas Roban The Series ke Layar Kaca

Pembangunan set tersebut menjadi bagian dari strategi produksi untuk menghadirkan atmosfer horor yang lebih meyakinkan.

Dengan lingkungan yang dibangun secara fisik, tim produksi dapat memaksimalkan pengambilan gambar sekaligus memperkuat suasana mencekam dalam cerita.

Guntur juga memastikan keselamatan para pemain menjadi perhatian selama proses produksi berlangsung.

Hadirkan Boneka dengan Konsep Berbeda

Selain meningkatkan anggaran dan skala produksi, Hitmaker Studios menawarkan pendekatan berbeda terhadap karakter boneka Ghawiah.

Rocky Soraya menegaskan, dirinya tidak ingin membuat boneka tersebut bergerak seperti Chucky, karakter ikonis dari waralaba horor Hollywood.

Ia ingin menghadirkan karakter dengan identitas tersendiri yang tetap mendukung kualitas sinematik film.

“Kita nggak mau bikin konsepnya kayak Chucky yang di mana it's a B-movie, kita masih mau bikinnya yang A-movie. Jadi kita bikin dia nggak jalan-jalan. Tapi kita bikin dia bisa ngomong, karena kalau enggak, it's also boring,” jelas Rocky.

Alih-alih membuat boneka berjalan ke sana kemari, film ini memilih kemampuan berbicara sebagai salah satu elemen pembeda.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun teror dengan cara yang berbeda dari film-film horor bertema boneka lainnya.

Baca juga : Peter Surya Wijaya Bicara Perannya sebagai Eksekutif Produser Ghosthing

Rocky juga menyebut The Doll Ghawiah sebagai upaya menyegarkan waralaba yang telah hadir sejak sekitar satu dekade lalu.

“Karena ini sudah 10 tahun kemudian, kita mau refresh dengan sesuatu yang lebih cute, lebih makes sense, dan pastinya lebih mahal. Kalau cuma ada sebuah boneka yang cuma duduk saja, sebagai film kurang sinematik,” pungkas Rocky.

Teror Boneka Misterius di Bandung pada 1988

The Doll Ghawiah mengambil latar Bandung pada 1988. Ceritanya berpusat pada pasangan suami istri, Arya yang diperankan Darius Sinathrya dan Evi yang dimainkan Titi Kamal, yang memutuskan meninggalkan Jakarta untuk memulai kehidupan baru di kawasan Babakan Siliwangi, Bandung.

Keputusan tersebut diambil setelah bisnis keluarga mereka mengalami kebangkrutan. Bersama kedua anak mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), Arya dan Evi berharap dapat membangun kembali kehidupan keluarga dalam suasana yang lebih tenang.

Namun, harapan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Nala bertemu dengan seorang anak misterius di dalam hutan.

Anak tersebut kemudian memberikan sebuah boneka bernama Ghawiah. Sejak kehadiran boneka itu, berbagai kejadian janggal mulai menghantui keluarga Arya dan Evi.

Rumah baru yang semula diharapkan menjadi tempat untuk memulai hidup kembali justru berubah menjadi pusat teror mistis.

Nama Ghawiah sendiri memiliki arti harfiah “tersesat”. Boneka tersebut dikisahkan menyimpan jiwa-jiwa yang terluka dan menjadi pemicu rangkaian peristiwa menyeramkan yang dialami keluarga itu.

Misteri boneka Ghawiah semakin berkembang melalui penuturan Laras, karakter yang diperankan Sara Wijayanto.

Baca juga : Benedictus Siregar Belajar Memaknai Hidup Lewat "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati"

Laras merupakan pelayan restoran lokal yang mengetahui kisah tragis mengenai arwah seorang anak bernama Uci.

Uci diceritakan meninggal dunia akibat kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi, dua tahun sebelum rangkaian peristiwa utama dalam film berlangsung.

Legenda tragis tersebut menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap asal-usul teror yang menghantui keluarga Arya dan Evi.

Hubungan antara boneka Ghawiah, anak misterius di hutan, dan kisah arwah Uci menjadi bagian dari misteri yang membawa penonton menyelami cerita film ini.

Dengan memadukan latar Bandung pada akhir 1980-an, legenda arwah anak, dan boneka misterius, The Doll Ghawiah menawarkan kisah horor keluarga yang berangkat dari kejadian tak terduga.

Film ini dibintangi Titi Kamal sebagai Evi, Darius Sinathrya sebagai Arya, Aisyah Aqilah sebagai Gita, Laura Moane sebagai Nala, Sara Wijayanto sebagai Laras, serta Fara Shakila.

Disutradarai Guntur Soeharjanto dan diproduksi Hitmaker Studios, The Doll Ghawiah memadukan skala produksi yang lebih besar dengan kisah boneka misterius yang menyimpan sejarah kelam.

Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop nasional mulai 29 Oktober 2026.

The Doll Ghawiah menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai horor bertema boneka, misteri arwah, dan teror supernatural yang menghantui sebuah keluarga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.