Dark/Light Mode

72 Koleksi Karya SMK Tampil di Jakarta Muslim Fashion Week, Trade Expo Indonesia 2024

Selasa, 15 Oktober 2024 23:23 WIB
Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, di ICE BSD City, Tangerang. (Foto: Istimewa)
Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, di ICE BSD City, Tangerang. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menampilkan kreasi desainer lokal berkelas internasional di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, yang berlangsung 9-12 Oktober, di ICE BSD City, Tangerang.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tatang Muttaqin menyatakan, keikutsertaan pendidikan vokasi pada Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) tahun ketiga ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak antara satuan pendidikan vokasi dengan industri.

"Yaitu dengan menampilkan kreasi fesyen pada JMFW, merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan desainer busana Muslim generasi muda dari seluruh dunia. Juga mendorong lahirnya perancang-perancang muda di Tanah Air," ujar Tatang, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (15/10/2024).

Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Raih Best Eco Friendly Di Jakarta Muslim Fashion Week 2024

Pada parade ini, lanjutnya, ditampilkan 72 koleksi dari 12 satuan pendidikan vokasi. “Termasuk Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan 11 SMK,” terang Tatang.

Dia menambahkan, setiap koleksi yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas bakat muda yang siap bersaing di pasar global, memberikan perspektif segar dalam fesyen modest. Hal ini menunjukkan peran penting pendidikan vokasi dalam memajukan industri fesyen melalui inovasi dan keterampilan praktis.

Penyelarasan dan Kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Adi Nuryanto menambahkan, setiap karya yang ditampilkan mencerminkan ekspresi unik peserta. “Siswa SMK cenderung lebih berani bereksperimen dengan warna dan gaya, sementara mahasiswa ISI lebih kalem dan matang dalam ekspresinya,” jelasnya.

Baca juga : Menko PMK Resmikan Pembukaan Kembali Museum Nasional Indonesia

Adi menjelaskan, beberapa karya dari SMK sudah terhubung dengan mitra industri yang tertarik untuk memproduksi. Tahun lalu, 30 dari 60 karya mendapatkan pesanan dari industri. Tahun ini diharapkan hasil serupa tercapai dengan jumlah karya yang meningkat menjadi 72 dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatera, Papua, dan Jawa.

“Meski berasal dari lokasi yang berbeda, standar kurasi yang diterapkan memastikan setiap karya yang dipilih merupakan yang terbaik,” pungkasnya.

Satuan pendidikan vokasi tersebut adalah SMKN 1 Salatiga, SMKN 3 Cimahi, SMKN 4 Banjarmasin, SMKN 3 Manokwari, SMKN 2 Temanggung, SMKN 1 Bintan Timur, SMKN 1 Pringapus, SMKN 1 Turen, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 1 Tengaran, SMKN 6 Padang, dan ISI Yogyakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.