Dark/Light Mode

Ciptakan Ekosistem Pembelajaran Adaptif, Universitas Siber Asia Kenalkan CTE

Jumat, 16 Mei 2025 16:11 WIB
Rektor Universitas Siber Asia Jang Youn Cho (berbaju batik merah) memotong pita saat meresmikan Center of Teaching Excellence (CTE), Rabu (14/5/2025). (Foto: Dok. UNSIA)
Rektor Universitas Siber Asia Jang Youn Cho (berbaju batik merah) memotong pita saat meresmikan Center of Teaching Excellence (CTE), Rabu (14/5/2025). (Foto: Dok. UNSIA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perguruan tinggi harus mengikuti perkembangan teknologi informasi yang berkembang begitu pesat, selaras dengan kebutuhan industri. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Siber Asia (UNSIA), sebagai kampus full online pertama di Indonesia, meresmikan Center of Teaching Excellence (CTE), Rabu (14/5/2025). Hal ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pengajaran daring dan memperkuat peran universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi berbasis digital yang unggul dan relevan.

CTE dibentuk sebagai biro yang berfokus pada peningkatan kualitas pedagogi siber, mendukung program studi dalam penguasaan metode pengajaran daring yang efektif, serta memimpin inovasi dalam pengembangan kurikulum digital. Keberadaan CTE merupakan bagian dari visi UNSIA untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan selaras dengan kebutuhan industri.

“Center of Teaching Excellence merupakan bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan daring. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi yang relevan, tetapi juga pengalaman belajar yang inspiratif dan berbasis teknologi mutakhir,” ujar Rektor Universitas Siber Asia, Jang Youn Cho.

Baca juga : KCIC Kerahkan 50 Petugas Tambahan Hadapi Long Weekend Libur Waisak

Salah satu perhatian utama CTE adalah pengembangan materi pembelajaran yang mengadopsi perkembangan teknologi terkini, seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga Gamifikasi. Materi-materi pembelajaran, terutama video pembelajaran yang digunakan dalam proses perkuliahan, akan diperbarui secara berkala agar dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan mendalam.

Langkah ini sekaligus menandai transformasi UNSIA menuju universitas digital berbasis kompetensi dan teknologi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan inovasi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21, berpikir kritis, berkolaborasi secara efektif, dan siap bersaing di pasar global.

Peresmian Center of Teaching Excellence (CTE) ini ditandai pengguntingan pita secara bersamaan oleh Rektor Universitas Siber Asia Jang Youn Cho, Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Ramlan Siregar, Founder Universitas Siber Asia El Amry Bermawi Putera, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ucuk Darusalam, dan Wakil Rektor II Bidang SDM, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Abdul Wahab Bangkona.

Baca juga : Ekonomi Global Panas, OJK Yakin Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Jang Youn Cho menyampaikan pentingnya transformasi pendidikan di tengah perubahan teknologi yang begitu masif. Karena itu, akses pembelajaran saat ini tidak dapat hanya mengandalkan metode pembelajaran tradisional, karena digitalisasi telah membuat ruang pendidikan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. 

Oleh karena itu, untuk menyikapi perubahan zaman, perlu adanya kolaborasi, dan inovasi untuk melakukan transformasi pendidikan tinggi serta memahami masa depan teknologi. Cho menggambarkan bahwa 30 tahun lalu, di Amerika Serikat banyak perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan tambang mineral, namun saat ini bidang yang paling maju dan memiliki masa depan cerah adalah bidang teknologi khususnya AI.

‘’Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pembelajaran berbasis AI terus kami kembangkan. Agar UNSIA dapat bersaing di tingkat Intenasional,’’ paparnya. 

Baca juga : ESQ Halal Center Raih Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal

Hal ini sesuai dengan visi dan misi UNSIA, yang ingin menjadi Universitas Online peringkat 10 terbaik di Asia. Untuk mencapai hal ini, UNSIA akan menerapkan berbagai strategi dalam bidang Tri Darma Perguruan Tinggi dan terus meningkatkan kualitas pengajaran serta penelitian dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai lembaga bereputasi dalam dan luar negeri yang dapat memberikan dampak positif kepada institusi, dosen dan mahasiswa dan masyarakat. 

Salah satunya adalah dengan menambah jumlah program studi di jenjang S1 dan S2, yaitu program studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Magister Manajemen dan Teknik Informatika, serta program studi Hukum. ‘’Dengan penambahan jumlah program studi pada tahun kelima UNSIA, kami berharap masyarakat akan memiliki program studi yang lebih variatif untuk belajar kapanpun dan dimanapun mereka berada,’’ papar pria asal Korea Selatan ini. 

UNSIA sebagai kampus swasta pertama di Indonesia yang memperoleh lisensi untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi sepenuhnya online, diresmikan Wakil Presiden, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2020 dengan 5 program studi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang S1, yaitu Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, Informatika dan Komunikasi dan pada pertengan bulan Juli 2025 nanti akan melaksanakan wisuda yang ketiga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.