Dark/Light Mode

FKG Usakti Edukasi Murid TK Anugerah Kota Bogor Cara Cegah Gigi Berlubang

Senin, 26 Mei 2025 17:30 WIB
FKG Usakti menyelenggarakan penyuluhan kesehatan gigi pada murid-murid Taman Kanak-kanak (TK) Anugerah, Kota Bogor, Selasa (20/5/2025). (Foto: FKG Usakti)
FKG Usakti menyelenggarakan penyuluhan kesehatan gigi pada murid-murid Taman Kanak-kanak (TK) Anugerah, Kota Bogor, Selasa (20/5/2025). (Foto: FKG Usakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya membantu penanganan masalah kesehatan gigi dan mulut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti) kembali menyelenggarakan penyuluhan kesehatan gigi dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Penyuluhan diberikan pada murid-murid Taman Kanak-kanak (TK) Anugerah, Kota Bogor, Selasa (20/5/2025).

Ketua Pelaksana PkM, drg. Melaniwati, mengatakan, masalah gigi berlubang dilaporkan sebagai 12 kondisi medis yang paling sering terjadi pada anak-anak. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan, 60-90 persen anak di seluruh dunia mengalami masalah karies gigi. Berarti, dari sepuluh anak terdapat enam hingga sembilan yang terkena karies gigi. Selain itu, menurut data WHO, Indonesia merupakan negara dengan karies gigi terbanyak dialami oleh anak usia 3-5 tahun, yaitu mencapai 90,05 persen.

Tingginya prevalensi masalah ini disebabkan berbagai faktor. Di antaranya kebiasaan mengkonsumsi makanan manis seperti permen dan coklat, rendahnya tingkat kebersihan gigi dan mulut, serta praktik-praktik yang kurang mendukung kesehatan mulut seperti kebiasaan mengemut makanan, mengulum permen, dan konsumsi susu menggunakan botol dalam waktu yang lama terutama menjelang tidur. Selain itu, kurangnya perhatian orang tua, khususnya ibu, terhadap kesehatan gigi dan mulut sejak dini turut berkontribusi terhadap terjadinya karies.

Baca juga : Hari Bumi, Telkom: Langkah Nyata Menuju Masa Depan Berkelanjutan

drg. Melaniwati menerangkan, kondisi karies gigi pada anak prasekolah memerlukan perhatian khusus. Sebab, pada usia ini, pertumbuhan gigi susu sudah selesai dan anak belum mampu menjaga kebersihan gigi dan mulutnya secara mandiri.

Gigi susu merupakan gigi pertama yang erupsi pada masa bayi, umumnya mulai tumbuh pada usia sekitar 6 hingga 8 bulan, dan akan berkembang secara sempurna hingga berjumlah 20 gigi pada usia sekitar tiga tahun. Memasuki usia enam tahun, gigi susu akan mengalami proses peluruhan secara bertahap dan digantikan oleh gigi permanen berjumlah 32 buah.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tatap muka langsung di TK Anugerah, Kota Bogor. Tim PkM kali ini drg. Melaniwati bersama dengan kesepuluh anggotanya yaitu drg. Tri Putriany Agustin, drg. Fajar Hamonangan Nasution, drg. Siti Chandra Dwidjayanti, drg. Tansza Permata Setiana Putri. Mereka dibantu mahasiswa FKG Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi (drg. Bryan Wangidjaja), Program Profesi Dokter Gigi (Jennifer Catry, Tasya Zakiyah Karim, Syarah Nabillah Rulifa), alumni FKG Usakti (drg. Britani Widiati), pegawai Tenaga Pendidikan (Rian Nur Zulaika) dan dihadiri oleh Kepala Sekolah TK Anugerah Yayu Sundari, seluruh guru, orang tua dan murid TK Anugerah.

Baca juga : Kartini Penggerak Lingkungan dari Sampah Bukit Berlian

Pada PkM kali ini, drg. Melaniwati dan tim memberikan materi mengenai penyebab gigi berlubang, akibat gigi berlubang, serta cara pencegahan gigi berlubang. Demo dan praktik langsung cara menyikat gigi yang baik dan benar supaya mudah dipahami guru, orang tua dan murid-murid TK Anugerah.

Menyikat gigi merupakan aktivitas yang menjadi kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan menyikat gigi yang ideal dilakukan minimal dua kali sehari pada pagi hari sesudah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Tidak hanya berupa penyuluhan, PkM FKG Usakti juga melakukan pemeriksaan karies pada murid-murid TK Anugerah. Hal ini diharapkan dapat mendeteksi secara dini adanya lubang pada gigi sehingga bisa segera diberikan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan gigi baik di puskemas, klinik gigi maupun rumah sakit

Baca juga : Disambut Cuaca Cerah Di Bogor, Kehadiran Erdogan Diakhiri Penandatanganan 13 MoU

Dengan kegiatan penyuluhan ini, drg. Melaniwati berharap peran guru dan orang tua, khususnya ibu, yang sangat penting dalam membantu anak mengambil langkah inisiatif menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Pengetahuan, keyakinan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi dan mulut ibu secara langsung, atau tidak langsung, memengaruhi kesehatan mulut anak usia prasekolah.

Oleh karena itu, pendidikan kesehatan gigi perlu diperkenalkan sedini mungkin. Baik itu mengajarkan, mengingatkan, mengawasi, maupun menyediakan fasilitas agar anak dapat terbiasa memelihara kebersihan giginya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.