Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
GIAT 12 UNNES Latih Ibu PKK Blandongan Buat Sabun Organik dari Lerak
Senin, 18 Agustus 2025 13:57 WIB
Mahasiswa KKN GIAT 12 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi pembuatan sabun cuci organik berbahan buah lerak (Sapindus rarak) bersama Ibu-ibu PKK RT 03 Dukuh Blandongan, Desa Sranten, Kecamatan Karanggede, Boyolali. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/8/2025) ini merupakan bagian dari program "NGOPENI JATENG" yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui kearifan lokal.
Program inovasi yang memanfaatkan kearifan lokal ini diusulkan oleh kelompok GIAT 12 UNNES sebagai solusi untuk mengatasi dua permasalahan sekaligus, yaitu mengurangi pencemaran dari deterjen kimia di sungai dan lingkungan sekitar serta memberi kesempatan bagi warga untuk berkembang sebagai pengusaha kecil menengah.
Buah lerak sudah lama dikenal sebagai bahan alami untuk membersihkan, karena mengandung saponin yang bisa menghasilkan busa dan menghilangkan kotoran tanpa perlu tambahan bahan kimia berbahaya. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa Giat membimbing Ibu-ibu PKK untuk mulai dari memahami manfaat buah lerak, cara memprosesnya, hingga melakukan praktik langsung dalam pembuatan sabun cuci cair organik.
Baca juga : Bangganya Taufik Rustam Gabung Laskar Kie Raha

Lerak mengandung saponin alami pengganti bahan kimia. Selain ramah lingkungan, sabun ini lebih aman untuk kulit dan bisa diproduksi mandiri oleh ibu-ibu.
Antusiasme terlihat dari para ibu PKK yang aktif bertanya dan mencoba sendiri proses pembuatan sabun. Proses pembuatan yang diajarkan cukup sederhana. Pertama-tama 100 gr buah lerak dan 1 liter air direbus hingga mendidih, lalu api dikecilkan dan dimasak lagi kurang lebih 1 jam. Berikutnya tambahkan 6 sendok makan garam supaya sabun lebih awet, disarankan untuk menggunakan garam mentah yang belum diproses atau biasa disebut garam krosok supaya sabun bisa tahan sampai 2 bulan. Langkah selanjutnya matikan api dan dinginkan semalaman untuk mengendapkan ampas lerak. Setelah mengendap, saring cairan sabun ke dalam botol bersih. Tambahkan minyak essensial supaya sabun beraroma wangi. Kocok perlahan dan sabun siap digunakan.
Baca juga : Dekopin: Koperasi Pilar Kemandirian Bangsa, Saatnya Bangkit dari Desa

"Sabun ini bisa untuk cuci piring, baju, bahkan membersihkan perhiasan. Bahannya alami, tidak mencemari lingkungan," ujar Ibu Har (57 tahun), yang ikut pelatihan itu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Mahasiswa Giat yang berfokus pada lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa. Diharapkan, sosialisasi ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan agar bisa memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar sekaligus mendukung ekonomi kreatif lokal.
Sevia Ashri Tri Pramudita
Mahasiswa GIAT 12 UNNES
Mahasiswa GIAT 12 UNNES
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya