Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Jurusan Teknik Ganti Nama, Kualitas Lulusan Jurusan Rekayasa Harus Lebih Baik
Senin, 18 Mei 2026 21:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengganti nama Jurusan Teknik jadi Jurusan Rekayasa. Hal itu tertuang di Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi.
Aturan ini diterbitkan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi. Keputusan ini sekaligus mencabut dan menyatakan tidak berlaku Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 163/E/KPT/2022 yang sebelumnya mengatur hal yang sama.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, perguruan tinggi tidak diwajibkan mengubah nomenklatur program studi “Teknik” menjadi “Rekayasa”.
“Tidak perlu dilakukan perubahan terhadap nama-nama Program Studi Teknik yang saat ini telah ada. Istilah “Teknik” tetap diakui dalam rumpun keilmuan engineering dan tidak dihapus dari sistem pendidikan tinggi nasional,” kata Brian, dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Brian menerangkan, kebijakan nomenklatur program studi justru memberi fleksibilitas bagi perguruan tinggi untuk menentukan nama program studi yang paling sesuai dengan karakter keilmuan dan kebutuhan akademik masing-masing.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Semangat Perubahan Perlu Diikuti Daya Saing
Pihaknya akan terus mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global, sekaligus tetap memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
Kemendiktisaintek akan memastikan setiap program studi memiliki standar mutu yang kuat, kurikulum yang relevan, serta lulusan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan bangsa.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendukung kebijakan ini. Politisi PKB itu menilai, perubahan nomenklatur ini merupakan langkah positif dalam penguatan sistem pendidikan tinggi Indonesia, khususnya dalam bidang keteknikan.
Menurutnya, penggunaan istilah “Rekayasa” menjadi lebih relevan dan sejalan dengan istilah internasional engineering yang selama ini digunakan dalam dunia akademik global. "Ini langkah yang baik untuk menyepadankan istilah yang kita gunakan dengan terminologi internasional, yaitu engineering. Ini penting agar lulusan Indonesia semakin mudah beradaptasi dan memiliki daya saing di tingkat global," katanya.
Lalu Hadrian menegaskan, kebijakan tersebut tidak boleh dipahami sebagai perubahan yang bersifat memaksa. Perguruan tinggi tetap harus diberikan ruang dan kebebasan akademik untuk menyesuaikan implementasi kebijakan tersebut dengan kondisi, karakteristik, dan kesiapan masing-masing institusi.
Baca juga : Feriansyah: Jangan Hanya Sebatas Berubah Nomenklatur
"Yang terpenting bukan semata perubahan nama, tetapi bagaimana perguruan tinggi terus meningkatkan kualitas pendidikan Teknik atau Rekayasa agar mampu melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Jadi, riset dan inovasi harus semakin maju," tuturnya.
Lalu Hadrian mendorong Pemerintah agar tidak berhenti pada perubahan nomenklatur, melainkan turut memberikan dukungan nyata terhadap berbagai hasil riset, inovasi, dan karya yang dihasilkan oleh mahasiswa maupun dosen di bidang Teknik atau Rekayasa.
"Pemerintah harus hadir mendukung pengembangan riset, inovasi, dan karya-karya anak bangsa dari kampus. Dengan begitu, pendidikan Teknik atau Rekayasa benar-benar menjadi motor penggerak kemajuan industri, teknologi, dan kemandirian nasional," tandasnya.
Di media sosial X, warganet ramai menyoroti kebijakan Kemendiktisaintek yang mengganti nama Jurusan Teknik menjadi Rekayasa. Meski tidak urgen, perubahan nama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas para lulusan di masa yang akan datang.
Akun @AmienKeuRIS menuturkan, perubahan nama jurusan adalah hal yang biasa karena ilmu yang diajarkan tetap sama. “Oke perubahan nama jurusan ini emang nggak penting-penting amat, tapi masa yang anak teknik sendiri nggak paham kalau arti kata engineering itu ya memang rekayasa, pekerjaan engineer ya merekayasa ilmu yang sudah ada supaya jadi solusi buat suatu permasalahan,” tulisnya.
Baca juga : Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga
Akun @sunfleur_iaa berpendapat, jangan sampai perubahan nama jurusan hanya sekedar proyek tanpa menjadi upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi. “Perubahan satu kata gini tapi bikin ribet di anggaran karena perlu ganti logo dan hal lain-lain yang sudah pakai kata "teknik" sebelumnya. Sementara perkuliahan cuma begitu begitu saja, bagaimana mutu lulusan bisa meningkat,” katanya.
Akun @ndialamsyah menegaskan, pendidikan tinggi seharusnya menjadi kunci untuk memperbaiki masa depan bangsa. “Kok cuma ganti nama jurusan? Padahal yang dibutuhkan saat ini adalah perubahan dalam pendidikan sains dan teknologi Indonesia. Selama ini pada stagnan. Akibatnya nggak ada kemajuan yang dapat diimplementasikan buat kehidupan berbangsa dan bernegara,” kritiknya.
Akun @kidoelkoe berharap, generasi muda dan generasi yang akan datang bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya. “Seharusnya yang perlu dibenahi Pemerintah itu bagaimana pendidikan tinggi bisa berbiaya murah, berkualitas dan bisa diakses semua lapisan masyarakat. Kalau cuma ganti nama jurusan, yah gampang, tinggal ganti kop surat, buat baliho, buat pamplet dan bikin plang nama baru,” sindirnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya