Dark/Light Mode

Dampak Terlalu Banyak Makan Fast Food bagi Kesehatan Generasi Muda

Kamis, 17 September 2026 20:17 WIB
Ilustrasi dampak banyak makan fast food bagi kesehatan generasi muda. (Gambar: Istimewa)
Ilustrasi dampak banyak makan fast food bagi kesehatan generasi muda. (Gambar: Istimewa)

Di tengah kesibukan generasi muda saat ini, makanan cepat saji (fast food) sering menjadi pilihan karena mudah didapat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk disiapkan. Kesibukan sekolah, kuliah, maupun pekerjaan membuat makanan yang praktis dan mudah diperoleh menjadi pilihan. Selain itu, rasa yang menarik, harga yang relatif terjangkau, berbagai promosi, serta kemudahan pemesanan melalui layanan pesan antar turut membuat makanan cepat saji semakin diminati. Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi pola makan yang kurang sehat dan meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Makanan cepat saji umumnya memiliki kepadatan energi yang tinggi serta dapat mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah cukup tinggi. Di sisi lain, makanan tersebut cenderung kurang memberikan serat dan beberapa zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa remaja memilih makanan cepat saji karena alasan kepraktisan, rasa, harga, pengaruh teman sebaya, serta kemudahan memperoleh makanan tersebut (Kementrian Kesehatan, 2024).

Baca juga : Peran Generasi Muda dalam Wujudkan Masyarakat dan Lingkungan Sehat

Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan menjadi perhatian karena masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa ini, tubuh membutuhkan asupan energi dan zat gizi yang cukup untuk mendukung berbagai aktivitas. Ketika makanan cepat saji terlalu sering menggantikan makanan yang lebih beragam dan bergizi, kualitas pola makan dapat menurun. Akibatnya, kebutuhan tubuh terhadap vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya berisiko tidak terpenuhi secara optimal.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pola makan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Penelitian terhadap remaja di Kota Tangerang Selatan menemukan bahwa konsumsi mi instan setidaknya satu kali dalam seminggu dan aktivitas fisik yang kurang berhubungan secara signifikan dengan kelebihan berat badan dan obesitas (WHO, 2026). Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan faktor risiko obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan lemak darah (Nisa dkk., 2021).

Baca juga : Lelah yang Tak Berujung: Ancaman Burnout bagi Pekerja Muda

Masalah ini menjadi semakin penting karena kebiasaan makan pada masa muda dapat terbawa hingga usia dewasa. WHO menjelaskan bahwa pola makan tidak sehat yang tinggi energi, gula bebas, garam, lemak jenuh, dan lemak trans merupakan salah satu persoalan kesehatan yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Di Indonesia, WHO pada 2026 juga melaporkan bahwa hampir satu dari lima remaja mengalami kelebihan berat badan (WHO Indonesia, 2026).

Mengurangi ketergantungan terhadap makanan cepat saji bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Hal yang lebih penting adalah mengatur frekuensi konsumsi dan memastikan pola makan tetap beragam serta seimbang. Generasi muda dapat mulai membiasakan konsumsi makanan yang mengandung sayur, buah, sumber protein, dan makanan pokok yang sesuai kebutuhan tubuh.

Baca juga : Kesehatan Generasi Muda Investasi untuk Masa Depan

Aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara rutin untuk mendukung kesehatan. Kesadaran generasi muda untuk memilih makanan secara lebih bijak perlu dibangun sejak dini. Dengan pola makan yang lebih seimbang dan gaya hidup aktif, generasi muda dapat menjaga kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyakit di masa mendatang.

Artikel ini ditulis oleh Mawar Manik, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM10 UINSU Stambuk 2026e
IKM10 UINSU Stambuk 2026e
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.