Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kecelakaan Kapal Berulang, Komisi V DPR Tagih Janji Evaluasi Menyeluruh
- Bidik Ekspor CPO 25 Persen, PTPN IV PalmCo-Kemendag Siap Tembus Pasar Global
- Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
- Pertamina Patra Niaga Raih ESG NOW Awards 2026 Berkat Inovasi SAGARI
- BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Deposit Facility Naik Jadi 5%
Anemia pada Remaja Putri: Faktor Risiko dan Upaya Pencegahannya
Minggu, 4 Oktober 2026 20:39 WIB
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal sehingga kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Anemia pada remaja putri perlu mendapat perhatian karena masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup. Selain itu, remaja putri mengalami menstruasi yang menyebabkan kehilangan darah secara rutin sehingga kebutuhan zat besi menjadi lebih tinggi.
Salah satu faktor risiko utama anemia pada remaja putri adalah kurangnya asupan zat besi. Pola makan yang tidak seimbang, kebiasaan melewatkan sarapan, serta rendahnya konsumsi makanan bergizi dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia. Zat besi dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, seperti daging, hati, ikan, telur, kacang-kacangan, serta sayuran hijau. Selain kekurangan zat besi, kurangnya asupan vitamin dan mineral tertentu juga dapat memengaruhi pembentukan sel darah merah.
Baca juga : Kebisingan Kota: Gangguan Sehari-hari yang Pengaruhi Kesehatan
Menstruasi juga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan anemia pada remaja putri. Darah yang keluar selama menstruasi mengandung zat besi sehingga kehilangan darah secara rutin dapat meningkatkan kebutuhan zat besi. Risiko dapat semakin besar apabila remaja memiliki pola menstruasi dengan perdarahan yang banyak atau berlangsung lebih lama. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cadangan zat besi dalam tubuh berkurang apabila tidak diimbangi dengan asupan yang memadai.
Anemia dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Remaja yang mengalami anemia dapat merasakan gejala seperti mudah lelah, lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Apabila berlangsung dalam waktu yang lama, anemia dapat mengganggu produktivitas dan proses belajar. Oleh karena itu, pencegahan anemia sejak masa remaja merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Baca juga : Pentingnya Sarapan bagi Konsentrasi dan Aktivitas Sehari-hari
Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui penerapan pola makan bergizi seimbang dan konsumsi makanan yang kaya zat besi. Remaja putri juga perlu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi serta menjaga pola hidup sehat. Di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri sebagai bagian dari program pencegahan dan penanggulangan anemia.
Selain konsumsi TTD sesuai anjuran, kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tersebut juga perlu diperhatikan. Dukungan dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar dapat membantu meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi anemia lebih dini.
Baca juga : Anemia pada Remaja Putri: Masalah Kesehatan ya Perlu Diwaspadai
Dengan demikian, anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang perlu dicegah melalui pendekatan yang menyeluruh. Pemenuhan kebutuhan gizi, konsumsi makanan sumber zat besi, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah, serta edukasi kesehatan merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pencegahan sejak usia remaja diharapkan dapat mendukung kesehatan dan produktivitas remaja serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Artikel ini ditulis oleh Sri Rahma, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., dan Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Latan Sabila Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM8 UINSU Stambuk2026d
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya