Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
ParagonCorp Perkuat 6.000 Guru dan Dosen Indonesia Dorong Teknologi AI
Selasa, 29 September 2026 08:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mampu menyusun kurikulum hingga materi pembelajaran dalam hitungan detik, peran guru dan dosen justru dinilai semakin penting.
Hal ini menjadi perhatian ParagonCorp dalam menyiapkan pendidik Indonesia menghadapi perubahan teknologi. Sebanyak 6.000 pendidik, terdiri atas 5.000 guru dan 1.000 dosen, lulus dari Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026.
Kelulusan tersebut diumumkan dalam penutupan Inspiring Educators 2026 di Jakarta Concert Hall, Sabtu (26/9/2026).
Komisaris ParagonCorp Salman Subakat mengatakan, AI dapat membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, tetapi peran manusia tetap dibutuhkan untuk membangun karakter, cara berpikir, keberanian, dan daya juang.
Baca juga : HUT ke-56, TIKI Perkuat Inovasi dan Layanan Logistik
“Semakin AI berkembang, peran pendidik bukan semakin kecil, justru semakin penting,” kata Salman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9/2026).
Dalam acara tersebut, Salman memperagakan kemampuan AI menyusun kurikulum enam bulan untuk siswa SD di daerah terdampak bencana, lengkap dengan rencana pembelajaran dan asesmen.
Demonstrasi itu menunjukkan betapa cepat teknologi dapat menghasilkan materi pendidikan. Namun, menurut Salman, kemampuan teknologi tersebut tidak menggantikan sentuhan seorang pendidik.
Ia mencontohkan pengalaman hampir 30 tahun lalu ketika guru Fisikanya memberikan nilai 10 sebagai bentuk kepercayaan yang kemudian mendorongnya lebih percaya diri mengejar pendidikan dan berbagai prestasi.
Baca juga : Peruri Digital Summit 2026 Hadirkan Forum Strategis AI Hingga Keamanan Digital
“Yang berkesan itu bukan karena angkanya. Tapi karena di balik angka itu ada sebuah pesan: saya percaya kamu bisa,” ujarnya.
WIT 2026 sendiri membekali guru dengan berpikir komputasional dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Program enam bulan tersebut menarik 31.000 pendaftar, dengan 25.000 guru mengikuti program dan 5.000 di antaranya dinyatakan lulus.
Sementara ILP diikuti 5.000 dosen dan meluluskan 1.000 peserta. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu'ti yang hadir dalam acara tersebut menekankan bahwa guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembelajar yang harus terus bertumbuh bersama murid.
“Jadilah figur yang inspiratif, yang bisa membawa perubahan dan membuka jalan bagi murid untuk menjadi lebih baik dalam kehidupannya,” kata Mu'ti.
Baca juga : Ketika Tangan-Tangan Jahil Memperalat AI
Sejak dimulai pada 2017, WIT telah menjangkau lebih dari 36.000 guru. Sementara ILP yang berjalan sejak 2021 telah menjangkau lebih dari 7.000 dosen.
Secara keseluruhan, kedua program tersebut telah menjangkau lebih dari 43.000 pendidik di 38 provinsi dan terhubung dengan lebih dari 10.000 sekolah, universitas, serta institusi pendidikan.
ParagonCorp berharap ekosistem tersebut membuat pembelajaran tidak berhenti setelah program selesai, melainkan terus menyebar melalui komunitas alumni dan lingkungan pendidikan masing-masing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya