Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arema FC Dibantai Persija, Walisson Maia Minta Maaf kepada Aremania
- Inter Milan Tekuk Shakhtar Donetsk, Carlos Augusto Jadi Penentu
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Dari Meja Makan untuk Kesehatan: Memahami Pentingnya Pangan yang Aman
Jumat, 2 Oktober 2026 22:33 WIB
Makanan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Setiap hari, manusia membutuhkan pangan untuk memperoleh energi dan zat gizi yang mendukung berbagai aktivitas tubuh. Namun, manfaat makanan tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizinya. Kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan karena makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.
Pangan yang berkualitas dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh secara seimbang. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi, protein membantu pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, sedangkan vitamin dan mineral mendukung berbagai fungsi tubuh. Air juga memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan membantu berbagai proses dalam tubuh. Oleh karena itu, keberagaman makanan menjadi salah satu bagian penting dalam memenuhi kebutuhan zat gizi.
Kesibukan sehari-hari membuat masyarakat memiliki berbagai pilihan makanan yang praktis. Makanan siap saji, makanan ringan, dan minuman kemasan dapat menjadi pilihan karena mudah diperoleh. Dalam mengonsumsinya, perhatian terhadap jumlah dan frekuensi tetap diperlukan. Pola makan yang beragam dan seimbang dapat membantu tubuh memperoleh zat gizi yang dibutuhkan tanpa mengabaikan kebutuhan setiap individu.
Baca juga : Skincare dan Kesehatan Kulit: Antara Kebutuhan dan Tren
Keamanan pangan juga dimulai dari proses pengolahan. Bahan makanan perlu ditangani dengan cara yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Kebersihan tangan, peralatan, air, dan tempat pengolahan menjadi beberapa hal yang dapat diperhatikan. Penyimpanan makanan pada kondisi yang sesuai juga membantu mempertahankan kualitas serta mengurangi kemungkinan terjadinya kontaminasi.
Saat membeli makanan kemasan, informasi pada label dapat menjadi sumber pengetahuan bagi konsumen. Tanggal kedaluwarsa, komposisi, informasi nilai gizi, serta kondisi kemasan merupakan beberapa hal yang dapat diperiksa. Kebiasaan membaca label membuat konsumen memiliki informasi yang lebih jelas mengenai produk yang akan dikonsumsi.
Kebersihan lingkungan tempat makanan disiapkan dan dijual juga memiliki peranan penting. Makanan yang terlindungi dengan baik akan lebih terjaga dari debu dan berbagai sumber kontaminasi lingkungan. Peralatan yang bersih serta proses penyajian yang baik turut mendukung tersedianya pangan yang aman dan berkualitas.
Baca juga : Generasi Boba: Ketika Gula Merampas Kesehatan Generasi Muda
Menjaga kualitas makanan tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Pemilihan bahan pangan yang beragam, pengolahan yang tepat, penyimpanan yang sesuai, serta perhatian terhadap kebersihan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan, ikan, telur, dan kacang-kacangan dapat menjadi bagian dari menu yang mendukung kebutuhan tubuh.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pengetahuan tentang gizi dan keamanan pangan merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu masyarakat memahami hubungan antara kebiasaan makan, keamanan pangan, dan kesehatan. Peran keluarga, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, serta lingkungan masyarakat dapat saling mendukung dalam membangun kebiasaan tersebut.
Makanan bukan sekadar sesuatu yang menghilangkan rasa lapar, tetapi juga bagian dari kehidupan dan kesehatan manusia. Apa yang tersedia di meja makan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan apabila dipilih, diolah, dan dikonsumsi dengan tepat. Memahami pangan sejak dari pemilihan hingga penyajian merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Baca juga : Susu Formula vs ASI: Perang Gengsi yang Mengorbankan Gizi Anak
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Rafi, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisah Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU Stambuk 2026c
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya