Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Universitas Trisakti Latih Kader TP-PKK Meruya Selatan Ubah Jelantah Jadi Sabun Cuci Tangan
Rabu, 14 Oktober 2026 12:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Permasalahan minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan ke selokan atau tempat lain dan mencemari lingkungan kini dijawab dengan inovasi yang dilakukan Universitas Trisakti melalui salah satu Tridarma perguruan Tinggi yaitu menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) lintas fakultas. Tim PkM Universitas Trisakti menggelar pelatihan mengolah limbah jelantah menjadi sabun cuci tangan antiseptik bernilai ekonomi.
Pelatihan digelar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Manunggal Meruya Selatan, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2026), dengan melibatkan puluhan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kelurahan setempat.
Ketua Pelaksana PkM, Dr. drg. Yohana Yusra, M.Kes menjelaskan bahwa permasalahan terkait pencemaran lingkungan oleh limbah minyak jelantah telah dilakukan Universitas Trisakti dengan melibatkan multidisiplin ilmu dalam melakukan penelitian dan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan.
Supaya pencemaran minyak jelantah tidak mencemari lingkungan bahkan dapat menghasilkan nilai ekonomi, Universitas Trisakti memberikan pelatihan pada kader TP-PKK Meruya selatan, Jakarta Barat. "Hal ini karena kawasan ini padat penduduk dan memiliki banyak UMKM kuliner dengan volume limbah minyak jelantah tinggi, serta didukung kelembagaan TP-PKK yang sangat aktif, sehingga memudahkan monitoring berkelanjutan," tuturnya, dalam keterangan yang diterima redaksi.
Ia melanjutkan, masyarakat selama ini sering membuang minyak jelantah ke saluran air. Padahal, hal itu menyebabkan pencemaran dan menyumbat saluran pembuangan.
Baca juga : Universitas Trisakti Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tegal Alur
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa minyak jelantah yang telah melalui proses purifikasi dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sabun cuci tangan," ujar Yohana.
Sabun yang dikembangkan juga ditambah serai dapur yang memiliki aroma khas dan potensi senyawa aktif. "Lebih dari sekadar cara membuat sabun, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa limbah bukan akhir dari proses, melainkan awal dari inovasi. Inilah konsep ekonomi sirkular," tegasnya.
Kegiatan PkM ini tidak hanya praktik, tetapi juga edukasi interdisiplin. Materi yang diberikan meliputi dampak lingkungan minyak jelantah, sanitasi dan CTPS, aspek kesehatan, hingga manajemen wirausaha, perhitungan HPP, dan pemasaran digital.
Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test, workshop hands-on pemurnian minyak jelantah berbasis bio-adsorben alami dan saponifikasi sabun cair, serta penyerahan starter kit peralatan, alat destilasi, goodie bag, dan produk sabun cair jadi.
Tujuan utamanya adalah transfer teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan unit usaha ekonomi sirkular, serta pemenuhan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU 2, 3, 5) dan program MBKM mahasiswa.
Baca juga : Universitas Trisakti Gelar 2nd ICPMGET 2026, Bahas Masa Depan Teknologi Energi
Lurah Meruya Selatan, Muhamad Maizar, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan sampah. Ia menyampaikan, kegiatan Universitas Trisakti sangat bermanfaat bagi masyarakat.
"Tidak hanya mengurangi dampak jelantah yang biasanya dibuang sembarangan, tapi dapat bermanfaat menjadi sabun cuci tangan. Selain lingkungan bersih, juga memiliki nilai ekonomi," ujar Maizar.
Pihak kelurahan siap berkolaborasi dan menjembatani masyarakat dengan kampus Trisakti untuk gerakan pengumpulan jelantah massal. "Kami siap berkolaborasi mulai dari pelatihan, mengumpulkan minyak jelantah, sehingga mempunyai nilai ekonomi dan lingkungan bersih," katanya.
Salah satu peserta, Cica Karmila yang juga Sekretaris PKK Kelurahan Meruya Selatan, mengaku mendapat banyak ilmu baru.
"Alhamdulillah banyak ilmu yang kita dapat dari PkM Trisakti ini. Limbah rumah tangga yang selama ini merusak lingkungan, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi sabun cuci tangan. Tadinya sampah, sekarang bisa menambah perekonomian keluarga," ujarnya.
Baca juga : Perkuat Sinergi Pemerintah-Pelaku Usaha
Cica berharap, pelatihan berkelanjutan, dengan mengikuti pelarihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan ramah lingkungan dan menghemat pengeluaran. "Dari setetes minyak jelantah yang kita kelola dengan bijak, kita bisa menjaga lingkungan dan menciptakan peluang bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya.
Program ini melibatkan tim dosen lintas fakultas:
- Dr. drg. Yohana Yusra, M.Kes. (Ketua Pelaksana - FKG)
- Dr. Komariah, S.Si., M.Biomed. (Anggota - FKG)
- Dr. Margareta Maria Sintorini, M.Kes. (Anggota - FALTL)
- Dr. Hartini, M.M. (Anggota - FEB)
- drg. Sri Lestari, M.Kes. (Anggota - FKG)
- drg. Florencia Livia Kurniawan, M.K.G. (Anggota - FKG)j
- drg. Najla Nadiah, M.MedSci. (Anggota - FKG)
- Drg. Jessica Endriyana, M.Si
- Suci Centini, S.E (Anggota - FKG).
Tim Mahasiswa FKG : Ananda Shelly Melyda, Jenifer Angela Gunawan, Juniarta Manalu, Aleceandra, Ancha. Tim Mahasiswa FALTL: Ahmad Rheza, Muhammad Ammar, Afandi Naufal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya