Dark/Light Mode

Berdayakan Pekerja Migran di Vietnam

Universitas Trisakti Gelar PKM Internasional Migrant Money Guide di Ho Chi Minh

Kamis, 20 Agustus 2026 20:36 WIB
PkM Internasional Universitas Trisakti di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. Universitas Trisakti)
PkM Internasional Universitas Trisakti di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Trisakti menyelenggarakan kegiatan edukasi dan penyuluhan finansial bertajuk "Migrant Money Guide: Choosing the Best Financial Products & Investment", di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta pelaku UMKM kuliner Indonesia di Vietnam agar mampu mengelola pendapatan lintas negara secara bijak, aman, dan berorientasi jangka panjang.

Kehangatan di "Ayam Penyet Vindo" sebagai Rumah Kedua Pekerja Indonesia

Pelaksanaan kegiatan PKM Internasional kali ini mengambil tempat yang unik dan penuh kehangatan, yakni di salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner khas Indonesia terkenal di Ho Chi Minh City, bernama "Ayam Penyet Vindo". Rumah makan ini dimiliki oleh seorang warga negara Indonesia (WNI) yang juga berkarier di Vietnam, dan menjadi pusat pelepasan rindu cita rasa Nusantara sekaligus tempat berkumpulnya komunitas migran Indonesia.

Sebagian besar pekerja di rumah makan tersebut merupakan warga negara Indonesia. Salah satu peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini adalah Mas Gilang, pria asal Lampung yang telah bekerja selama dua tahun di "Ayam Penyet Vindo". Sebelum bekerja di Vietnam, Mas Gilang juga telah memiliki pengalaman bekerja di beberapa negara lain.

Mulai dari Tabungan Dong hingga Impian Berwirausaha di Kampung Halaman

Baca juga : PKM Internasional Universitas Trisakti Hadir di Vietnam

Dalam sesi diskusi interaktif, Mas Gilang membagikan pengalamannya selama merantau. Berkat kedisiplinan dan kerja kerasnya, ia berhasil mengumpulkan tabungan dari gaji yang diperolehnya selama bekerja di Vietnam. Seluruh dana simpanannya saat ini tersimpan aman di rekening bank lokal Vietnam dan secara berkala dikirimkan (remitansi) untuk menyokong kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Mas Gilang mengungkapkan bahwa ia bercita-cita untuk memiliki usaha mandiri yang stabil saat nanti memutuskan kembali ke Indonesia. Namun, ia mengaku sebelumnya bingung memilih instrumen investasi yang aman dan menghasilkan pendapatan pasif (passive income).

"Materi PKM ini membuka pandangan dan pengetahuan baru bagi kami. Selama ini kami tidak tahu dan tidak terpikir ada peluang investasi properti seperti bisnis kost-kosan yang sangat masuk akal dan menguntungkan. Terima kasih banyak kepada tim Universitas Trisakti atas kesempatan dan materi penyuluhan yang sangat bermanfaat ini," kata Mas Gilang, Pekerja Migran Indonesia di Ho Chi Minh City.

Baca juga : KKI 2026 Hadirkan Produk Unggulan 550 UMKM Indonesia

Testimoni senada disampaikan oleh para peserta lainnya yang mengapresiasi kehadiran akademisi Universitas Trisakti. Mereka merasa edukasi ini memberikan landasan konkret agar uang hasil keringat di perantauan tidak habis begitu saja, melainkan berkembang menjadi aset produktif.

Solusi Ilmiah Lintas Disiplin Mempertemukan Keuangan dan Teknik Sipil

Ketua Tim PKM Internasional Universitas Trisakti, Ulfa Fatmasari Faisal, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan riil yang dihadapi pekerja migran. Berdasarkan data nasional, PMI menyumbangkan remitansi sebesar 15,7 miliar dolar AS pada tahun 2024. Namun, banyak pekerja menghadapi risiko seperti fluktuasi kurs mata uang (Dong Vietnam ke Rupiah), kurangnya pemahaman produk keuangan resmi, hingga terbatasnya pengetahuan instrument investasi lainnya.

"Program ini membawa pendekatan multidisiplin, memadukan ilmu Financial Literacy dengan Engineering Economy. Kami tidak hanya mengajari cara menabung, tetapi memberikan analisis kelayakan finansial yang terukur," ujar Ulfa Fatmasari Faisal.

Panduan Langkah Demi Langkah, Mulai dari Perizinan Hingga Pengawasan Jarak Jauh

Baca juga : Inovasi Eco-Masjid Universitas Trisakti, Hilirisasi Riset Daur Ulang Air Wudhu

Dalam pemaparan materi, tim PKM menyajikan panduan terstruktur bagi pekerja migran yang berminat membangun bisnis tempat tinggal/kost-kosan di Indonesia. Peserta dibekali estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi 2025 yang terbagi dalam kelas Simple (Rp 27-36 juta/kamar), Middle (Rp 36-54 juta/kamar), hingga Premium (Rp 54-72 juta/kamar).

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai aspek legalitas tanah dan bangunan, seperti verifikasi Sertifikat Hak Milik (SHM/SHGB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Untuk memastikan proyek berjalan aman dari luar negeri, disajikan pula strategi pengawasan jarak jauh (remote supervision) dan 90-Day Action Plan mulai dari penganggaran, pembukaan akun bank, pengumpulan dana darurat, hingga eksekusi riset properti.

Melalui kegiatan PKM Internasional ini, Universitas Trisakti menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak global. Remitansi yang dikirimkan oleh pekerja migran bukan hanya sekadar transfer dana rutin, melainkan motor penggerak ekonomi keluarga dan pilar kesejahteraan bangsa di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.