Dark/Light Mode

Memenuhi Kebutuhan Air Bersih untuk Hidup Sehat Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 21:26 WIB
Ilustrasi memenuhi kebutuhan air bersih. (Gambar dibuat dengan AI)
Ilustrasi memenuhi kebutuhan air bersih. (Gambar dibuat dengan AI)

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Setiap hari, air digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, membersihkan lingkungan, hingga menjaga kebersihan diri. Namun, tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap air yang aman dan layak digunakan.

Masalah air bersih bukan hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya sumber air, tetapi juga menyangkut kualitas, ketersediaan, jarak, biaya, serta keberlanjutan sumber tersebut. Ketika akses air bersih terbatas, masyarakat tidak hanya mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar. Karena itu, air bersih seharusnya dipandang sebagai bagian penting dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.

Menurut World Health Organization (WHO), air minum yang aman dan tersedia secara memadai memiliki peran penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. WHO mencatat bahwa pada 2022 masih terdapat sekitar 2,2 miliar orang di dunia yang belum menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman. Pada tahun yang sama, sedikitnya 1,7 miliar orang menggunakan sumber air minum yang terkontaminasi tinja.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat secara global. WHO juga menjelaskan bahwa air yang terkontaminasi secara mikrobiologis dapat menularkan penyakit seperti diare, kolera, disentri, tifoid, dan polio.

Baca juga : Generasi Sehat, Masa Depan Kuat: Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini

Persoalan air bersih juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan. Sumber air dapat tercemar akibat pembuangan sampah sembarangan, limbah rumah tangga, limbah industri, maupun pengelolaan air limbah yang tidak memadai. WHO menegaskan bahwa air, sanitasi, dan kebersihan atau Water, Sanitation and Hygiene (WASH) merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Sanitasi yang buruk dapat berkontribusi terhadap penyebaran penyakit seperti diare, kolera, disentri, tifoid, dan infeksi cacing. Pada 2022, WHO memperkirakan masih ada 1,5 miliar orang yang belum memiliki layanan sanitasi dasar.

Tantangan mendapatkan air bersih dapat semakin terasa ketika masyarakat menghadapi kekeringan, pertumbuhan penduduk, pencemaran lingkungan, dan perubahan iklim. Di sejumlah wilayah, keterbatasan air membuat masyarakat harus mengambil air dari sumber yang jauh atau menggunakan sumber air yang kualitasnya belum tentu terjamin. Masalah ini juga dapat terjadi pada wilayah perkotaan, terutama di kawasan dengan keterbatasan infrastruktur atau permukiman padat.

Oleh sebab itu, penyediaan air bersih membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan. WHO menekankan pentingnya pengelolaan risiko terhadap kualitas air, termasuk melalui perencanaan keamanan air, pengawasan, serta penerapan standar kesehatan dalam penyediaan air minum.

Baca juga : Dunia dalam Telinga: Saat Earphone Jadi Kebiasaan Sehari-hari

Upaya menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau penyedia layanan. Masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan sumber air, mengelola limbah rumah tangga dengan baik, membersihkan tempat penampungan air, serta menggunakan air secara bijak dapat membantu menjaga kualitas lingkungan. 

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dapat berperan melalui edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih. Dengan meningkatnya pengetahuan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna air, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan sumber air di lingkungannya.

Air bersih bukan sekadar kebutuhan untuk memenuhi aktivitas sehari-hari, melainkan salah satu fondasi utama kesehatan masyarakat. Ketersediaan air yang aman dapat mendukung kebersihan, mencegah berbagai penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup. Sebaliknya, keterbatasan akses serta pencemaran air dapat menciptakan masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah.

Karena itu, persoalan air bersih perlu mendapat perhatian bersama melalui penyediaan infrastruktur, perlindungan sumber air, pengelolaan lingkungan, edukasi kesehatan, dan partisipasi masyarakat. Menjaga air berarti menjaga kehidupan. Dari air yang bersih, lingkungan yang sehat dapat tercipta, dan dari lingkungan yang sehat, masyarakat memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik.

Baca juga : Pentingnya Sarapan bagi Mahasiswa

Artikel ini ditulis oleh Mohd Aliffeazdmi, Luthfiah Mawar M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Namira, Latan Sabilla Lubis, Peggi Aulia, Nabila Atika Rahma, Sri Rahma, Salsabilla Siregar, Aninda Alistya, Sitti Fhadilah Pasaribu dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

IKM 8 UINSU Stambuk 2026b
IKM 8 UINSU Stambuk 2026b
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.