Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kadin: Tantangan Global Semakin Berat
Industri Manufaktur Kudu Fokus Garap Pasar Ekspor
Senin, 19 Agustus 2024 07:00 WIB
Sebelumnya
Kadin menggarisbawahi berbagai program yang mendukung penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengentasan stunting, juga menjadi penting agar bonus demografi berkontribusi pada penguatan perekonomian nasional.
Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menilai, kondisi industri manufaktur nasional saat ini masih relatif stabil.
Meski demikian, sampai tutup tahun diperkirakan industri manufaktur akan menghadapi kondisi yang menantang.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Bisa Pake Duit APBD
Risiko inflasi biaya operasi usaha atau belanja modal akibat efek samping pelemahan nilai tukar akan tetap tinggi hingga akhir tahun.
Sementara, tantangan lain datang dari pasar. Ada potensi penurunan demand dari dalam maupun luar negeri. Faktor lainnya, yakni adanya potensi penurunan daya beli masyarakat di sisa tahun ini.
“Selain itu, pelaku usaha di sektor manufaktur juga masih banyak yang wait and see untuk ekspansi karena transisi politik,” imbuh Shinta.
Baca juga : Juventus Vs Como, Nyonya Besar Diuji Anak Kemarin Sore
Sebagai informasi, industri manufaktur Indonesia didominasi oleh subsektor yang berorientasi pasar dalam negeri. Hanya segelintir saja yang berorientasi ekspor.
Hal ini berbanding terbalik dengan industri manufaktur negara kelompok ASEAN-5, seperti Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura yang lebih berorientasi ekspor. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Senin, 19 Agustus 2024 dengan judul "Kadin: Tantangan Global Semakin Berat, Industri Manufaktur Kudu Fokus Garap Pasar Ekspor"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya