Dark/Light Mode

BSI Optimistis Pembiayaan Kriya Terus Melaju

Sabtu, 24 Agustus 2024 17:32 WIB
Bank Syariah Indonesia (BSI) sukses meraih kinerja positif pada segmen retail, termasuk sektor perumahan atau griya. (Foto: Dok. BSI)
Bank Syariah Indonesia (BSI) sukses meraih kinerja positif pada segmen retail, termasuk sektor perumahan atau griya. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sukses meraih kinerja positif pada segmen retail, termasuk sektor perumahan atau griya.

Pembiayaan BSI Griya berhasil meraih minat yang besar dari nasabah, terutama untuk pembelian rumah baru yang memiliki permintaan tinggi di masyarakat.

"Pembelian rumah dengan kisaran harga Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar masih menjadi primadona pilihan masyarakat, karena sesuai dengan rata-rata penghasilan profesi pegawai," ungkap Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangan resmi, Sabtu (24/8/2024).

Menurut Anton, selain pembelian rumah baru, kebutuhan akan renovasi rumah, pembelian rumah second  dan takeover rumah juga menjadi produk pembiayaan yang dicari masyarakat.

Kebutuhan ini mendorong BSI untuk memberikan berbagai alternatif solusi pembiayaan syariah bagi masyarakat dengan jangka waktu yang relatif panjang dan angsuran tetap.

Baca juga : Bupati Halikinnor Fokus Perbaiki Jalan Di Kotawaringin Timur

"Bagi anak-anak muda yang baru mau memiliki investasi rumah bisa memilih pembiayaan syariah,” katanya.

Anton mengaku optimistis, tren pembelian rumah akan terus mengalami peningkatan.

Hal ini sejalan dengan stimulus yang diberikan pemerintah yaitu kebijakan program insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN DTP) melalui program PMK 007/2024, sehingga para investor bisa memiliki rumah baru tanpa harus membayar PPN.

"PPN DTP ini dapat dimanfaatkan untuk setiap satu orang pribadi atas perolehan satu rumah tapak atau satu rumah susun," jelasnya.

Orang pribadi yang telah memanfaatkan insentif PPN DTP sebelum berlakunya PMK 120/2023 pada tahun 2023 lalu dapat kembali memanfaatkan insentif PPN DTP ini.

Baca juga : CIMB Niaga Konsisten Kembangkan Layanan Digital di Manado

Selain faktor kebijakan, kata Anton, BSI juga melihat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memiliki hunian yang layak dan sesuai dengan prinsip syariah sebagai faktor kunci dalam pertumbuhan ini.

Pada posisi Juni 2024, terdapat lebih dari 200 ribu nasabah yang telah menikmati fasilitas BSI Griya. Pembiayaan BSI Griya menembus Rp 54,34 triliun dengan kualitas pembiayaan yang semakin baik, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, BSI juga turut serta dalam Program Pemerintah dan memperhatikan kebutuhan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dalam mendapatkan hunian melalui BSI Griya Subsidi.

Permintaan terhadap pembiayaan syariah terus meningkat, terutama di segmen perumahan.

"Kami berkomitmen untuk terus menyediakan pembiayaan yang tidak hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga memberikan keberlanjutan bagi nasabah," ujar Anton.

Baca juga : Pemain Brazil Datang, Kiper Timnas Tersisih Dari Persija

Keberlanjutan tersebut yakni rumah yang dibeli, transaksinya dengan cara yang halal, berada di lokasi yang strategis dan menjaga kelestarian lingkungan serta dari sisi pembelinya bisa memberikan keberkahan.

"Angsuran yang tetap, jadi tidak mengganggu cashflow dan juga terjamin, karena BSI bekerjasama dengan notaris-notaris yang mumpuni, sehingga nasabah aman bertransaksi," ucapnya.

BSI Griya memberikan beberapa penawaran menarik. Seperti, Special Price Merdeka mulai setara 7,90 persen fix sampai dengan 15 tahun yang berlaku sampai dengan September 2024.

Hingga program BSI Griya Mabrur yang memberikan benefit berupa porsi haji/umrah/paket wisata!emas senilai Rp 25,5 juta tanpa diundi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.