Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Akselerasi Global Hub Dan Islamic Ecosystem, BSI Targetkan Jadi Pemain 3 Dunia
Selasa, 17 September 2024 16:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI siap mengakselerasi pengembangan global hub dan Islamic Ecosystem yang berkelanjutan di Indonesia Islamic Financial Center (IIFC) sebagai pusat keuangan dan bisnis syariah masa depan.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkapkan, Pemerintah sudah meyakinkan, bahwa Indonesia sudah saatnya menjadi tuan rumah bagi industri halal, baik di sektor keuangan maupun value chain bisnis halal.
Hal ini mengingat potensi besar yang dimiliki Indonesia, industri value chain halal mencapai sekitar Rp 5.000 triliun. Namun hingga kini, Indonesia justru belum menjadi pemain utama.
“Kita banyak impor produk halal. Padahal Indonesia punya kapasitas melakukan ekspor ke negara-negara yang membutuhkan produk atau pun jasa industri syariah seperti Malaysia maupun kawasan Middle East (Timur Tengah) dan lainnya,” kata Hery dalam peluncuran kawasan IIFC, Selasa (17/9/2024).
Berbagai upaya juga telah diupayakan menuju target sebagai pemain utama industri halal. Salah satu wujudnya, tak hanya membangun merger BSI dari sisi legacy bank syariah BUMN, yang saat ini BSI tumbuh menjadi bank terbesar nomor lima di Indonesia.
Baca juga : Ronaldo: Kylian Mbappe Bakal Jadi Pemain Terbaik Dunia
Tetapi juga tumbuh divisualisasikan lewat pembangunan gedung menjadi kawasan IIFC ini.
Harapannya, dukungan Pemerintah agar IIFC menjadi epicentrum syariah di Indonesia.
“Indonesia sudah pantas menjadi global hub dan Islamic Ecosystem, ekonomi keuangan syariah tak hanya selama ini menjadi penonton,” ujarnya.
Berdasarkan data Global State of Islamic Economic 2024, Indonesia sudah masuk ranking tiga di bawah Arab Saudi dan Malaysia. Padahal penduduk Indonesia lebih besar dibanding Malaysia. Maka, upaya untuk mewujudkan hal itu terus dilakukan lebih masif.
“Maret tahun ini, secara market cap, BSI sudah masuk 10 besar bank syariah dunia. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan diharapkan masuk menjadi lima besar dunia, kalau bisa jadi tiga besar target untuk global,” ucap Hery.
Baca juga : Perluas Jaringan Global, BNI Resmikan Kantor Perwakilan Di Sydney
BSI juga sudah memiliki cabang di Dubai sebagai full branch, menyakinkan kehadiran BSI dari Indonesia di Timur Tengah.
Dan saat ini menunggu licence dari pihak otoritas untuk cabang di Arab Saudi, yang diharapkan tahun ini selesai.
BSI hadir di kawasan IIFC melalui Menara BSI yang saat ini dalam proses konstruksi dan diharapkan selesai pada 2025.
Nantinya Menara BSI akan menjadi pusat bisnis dan literasi halal ekosistem yang mendorong terciptanya kolaborasi dalam pengembangan sektor Haji dan Umrah, Ziswaf (Zakat Infaq Shodaqoh Wakaf), Pendidikan dan Kesehatan, Mode dan perniagaan, serta lainnya.
IIFC nantinya menyatukan inisiatif pengembangan Islamic ecosystem lintas sektor. Mulai dari lembaga keuangan baik perbankan, asuransi, pasar modal, serta industri riil seperti food and beverages, kosmetik dan farmasi, fashion, media dan rekreasi.
Baca juga : Top, RI Siap Jadi Industri Penerbangan Ke-4 Dunia
Selain itu, industri travel halal termasuk haji dan umrah, hingga hingga kegiatan yang bersifat sosiobisnis seperti zakat, wakaf, donasi, ekosistem di pasar modal syariah seperti di pengembangan sukuk, reksadana, instrumen investasi serta kegiatan pendukung ekosistem halal lainnya.
Turut hadir dalam acara peresmian tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi, Direktur Utama PP Novel Arsyad dan jajaran di Kementerian BUMN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya