Dark/Light Mode

Perusahaan Thailand Lirik Sistem Digitalisasi Pembangkit Karya Enjiner PLN IP

Selasa, 1 Oktober 2024 06:19 WIB
Salah satu bentuk transformasi dalam monitoring pembangkit yaitu Reliability and Efficiency Optimization Center (REOC) yang merupakan sistem digital dengan fungsi utama memantau lebih dari 21 GWhnberbagai teknologi pembangkit listrik. Dan lebih dari 90.000 parameter untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi.
Salah satu bentuk transformasi dalam monitoring pembangkit yaitu Reliability and Efficiency Optimization Center (REOC) yang merupakan sistem digital dengan fungsi utama memantau lebih dari 21 GWhnberbagai teknologi pembangkit listrik. Dan lebih dari 90.000 parameter untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi.

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN Indonesia Power (PLN IP) memiliki sistem digitalisasi pembangkit yang dapat memantau lebih dari 21 GW, pada berbagai teknologi pembangkit listrik di 20 lokasi unit dan lebih dari 90.000 parameter yang bernama Reliability and Efficiency Optimization Center (REOC).

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, Inovasi dan terobosan ini pun kembali menjadi daya tarik perusahaan energi asal Thailand, Gulf Energy Development Public Company Limited.

Baca juga : Pertahankan Akuntabilitas, Waskita Karya Kembali Raih Predikat Baik Di ICORPAX

Sebelumnya, inovasi ini menjadi sorotan Banpu Public Company Limited dari Negara Gajah Putih tersebut.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, REOC merupakan suatu bentuk transformasi digital yang memberikan value creation bagi perusahaan.

Baca juga : FSPPB Dan Yayasan IKAL Strategis Center Kembangkan Kebijakan Energi Nasional

Dikembangkan secara mandiri oleh enjiner-enjiner PLN Indonesia Power terbaik sebagai wujud dari digitalisasi, inovasi dan efisiensi Power Plant, sebuah transformasi digital dibidang pembangkitan, mempermudah dalam menganalisa dan memantau operasional secara real time.

“Inilah yang kemudian kami bangun menjadi satu kesatuan digitalisasi yang tidak hanya dilakukan di beberapa pembangkit, tetapi seluruh pembangkit yang ada di PLN-IP yang kemudian kami namakan REOC, inovasi teknologi pengelolaan pembangkit listrik terintegrasi berbasis industry 4.0 yang memberikan value tersendiri bagi perusahaan dalam menjalankan proses bisnis khususnya dalam bidang ketenagalistrikan,” kata Edwin.

Baca juga : Sinergi Dengan Pemda, Tokopedia Dan ShopTokopedia Digitalisasi 6 Ribu Pedagang Pasar Di Daerah

Edwin yang memperkenalkan REOC kepada perwakilan dari Gulf Energy membahas lebih kepada system analyst dan manajemen pembangkitan, serta monitoring artificial intelligence REOC.

”Saat ini PLN IP terus melakukan perbaikan dan inovasi untuk membuat performa REOC lebih baik lagi dan bermanfaat untuk pengoperasian pembangkit kami, meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis yang akan menghasilkan cost efficiency dan juga peningkatan revenue perusahaan” tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.