Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Incar Kendaraan Listrik, Dharma Polimetal Optimis Tumbuh Moncer di 2025
Jumat, 15 November 2024 10:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimis kinerja perusahaan di tahun 2025 bakal moncer. Perusahaan manufaktur komponen otomotif ini tengah melakukan persiapan untuk mengincar peluang industri electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik pada tahun depan.
Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, perusahaan mengembangkan “Dharma Connect,” yaitu ekosistem kolaboratif yang mendorong pengembangan kendaraan listrik. Dharma Connect terbagi dalam lima segmen yaitu DC Battery (battery pack & energy storage system), DC Power (slow & fast charging station), DC Motor (BLDC Hub & Mid Drive Motor), DC Solar, dan DC Cross (2W & 4W EV Conversion).
“Sejauh ini kami telah menunjukkan kemampuan dalam mengelola sumber daya secara optimal dan efisien, sehingga peningkatan yang dicapai mampu melampaui pertumbuhan industri,” ujarnya saat memberi keterangan pers, di Jakarta, dikutip Jumat (16/11/2024).
Pengelolaan tersebut mampu mendorong perusahaan untuk, mempertahankan kinerja yang baik di kuartal IV tahun 2024. Hal ini juga yang membuat perusahaan siap menghadapi tahun 2025.
Irianto menjelaskan, perseroan melihat aturan pemerintah mengenai syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah menghadirkan peluang besar untuk pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.
Baca juga : KAI Logistik Catat Pertumbuhan Volume Hingga 26 Persen Di Triwulan III-2024
"DRMA bertekad untuk meningkatkan kemampuan engineering dalam mengembangkan produk-produk yang belum memenuhi syarat minimal persentase TKDN," ujar Irianto.
Upaya tersebut seiring Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartanto yang mengusulkan untuk melanjutkan beberapa insentif prioritas pada 2025, salah satunya insentif PPN 1 persen untuk mobil listrik.
Dalam insentif itu, kendaraan listrik harus diproduksi langsung di Indonesia dengan persentase TKDN minimal 40 persen, sehingga menjadi peluang besar untuk pertumbuhan bisnis perseroan ke depan
Selain itu, Irianto menjelaskan bahwa penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.
Kementerian Perindustrian mencatat sebanyak 172 ribu unit kendaraan motor listrik telah melintasi jalanan di Indonesia pada 2024, atau naik 48 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 116 ribu unit.
Baca juga : Industri MICE Menguat, Dyandra Optimistis Pendapatan Tumbuh 15 Persen
Irianto optimistis perseroan dapat mempertahankan kinerja pada kuartal IV- 2024, ditopang oleh peningkatan efisiensi kerja dengan improvement secara terus-menerus dalam sistem produksi, salah satunya yaitu otomatisasi sistem produksi.
Dalam hal efisiensi, Ia menjelaskan anak perusahaan yaitu PT Dharma Controlcable Indonesia (DCI) telah meningkatkan lini produksi battery pack menjadi sepenuhnya otomatis.
Melalui investasi yang berfokus pada produksi battery pack untuk sepeda motor listrik (2W EV) dan sistem penyimpanan energi baterai tersebut, Ia berharap perseroan bisa menggenjot pendapatan dari produksi battery pack seiring dengan semakin kencangnya derap pertumbuhan industri kendaraan listrik di Tanah Air.
Sementara itu, anak perusahaan lainnya yaitu PT Dharma Precision Parts (DPA) telah membangun pabrik baru yang akan melipatgandakan area produksi perseroan.
Irianto menjelaskan pabrik baru itu akan menjadi tempat produksi motor BLDC (Brushless Direct Current), yaitu penggerak utama (motor) untuk kendaraan listrik 2W.
Baca juga : Pasca Restrukturisasi, Aset Pertamina Tumbuh 32 Persen
Saat ini, lanjutnya, BLDC yang diproduksi oleh DRMA telah digunakan dalam bisnis konversi kendaraan 2W berbahan bakar ICE menjadi EV, yang nantinya beroperasinya pabrik baru ini otomatis menciptakan sumber pendapatan baru bagi perseroan.
“Battery pack dan BLDC ini merupakan kunci dari proyek konversi kendaraan listrik roda dua DRMA, dengan tujuan untuk menciptakan jalur penjualan baru bagi Perseroan,” tandas Irianto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya