Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Plastics & Rubber 2024: Hadirkan Inovasi Untuk Daya Saing Industri Lokal
Kamis, 21 November 2024 08:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Plastics & Rubber Indonesia 2024 kembali hadir sebagai ajang pameran internasional yang menampilkan teknologi terbaru di bidang mesin dan pengolahan material plastik. Digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, pameran ini berlangsung dari 20 hingga 23 November 2024 dan diharapkan mampu mendorong daya saing industri dalam negeri.
Event Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengungkapkan bahwa Plastics & Rubber Indonesia 2024 merupakan pameran internasional terbesar di Indonesia yang menampilkan berbagai inovasi terkait mesin dan pengolahan material plastik serta karet.
“Ini adalah edisi ke-35. Kami menghadirkan inovasi terbaru yang mendukung peningkatan daya saing industri sekaligus mendorong transisi menuju era yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Meysia dalam keterangan pers di Jakarta.
Pameran ini menjadi salah satu sorotan utama dalam kalender industri, menghadirkan kesempatan bagi pelaku bisnis, profesional, dan inovator dari berbagai sektor untuk mengeksplorasi peluang di pasar plastik dan karet yang terus berkembang, terutama di tengah tuntutan keberlanjutan.
“Kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen Pamerindo dalam mendukung pertumbuhan dan penguatan industri nasional agar mampu menghadapi tantangan global,” tegas Meysia.
Baca juga : Tekan Impor, Kemenperin Dorong Industri Serap Garam Lokal
Plastics & Rubber Indonesia tahun ini menghadirkan solusi teknologi terkini dan aplikasi industri yang dapat mengurangi dampak lingkungan. Dihadirkan berbagai inovasi untuk memperkuat jaringan industri, serta mendukung produktivitas dan transformasi sektor manufaktur yang lebih hijau.
“Plastics & Rubber Indonesia merupakan ajang untuk memperkenalkan inovasi produk dan teknologi baru.
Dalam upaya mengoptimalkan dukungan dan kontribusi positif pameran, Plastics & Rubber Indonesia menyelenggarakan program on-site, termasuk diskusi panel dan seminar yang membahas seputar kebijakan terbaru, tren global, serta tantangan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan industri yang semakin kompleks dan dinamis.
Dukungan dari berbagai asosiasi serta partisipasi pelaku utama industri menunjukkan komitmen bersama dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan, serta menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat inovasi yang mendukung ekonomi sirkular.
Di tempat yang sama Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian, Heru Kustanto, mengatakan, saat ini Pemerintah tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri melalui kebijakan subtitusi impor dan peningkatan investasi di sektor petrokimia.
Baca juga : Sukses Digelar, Ngayogjazz 2024 Satukan Musik Jazz dan Kearifan Lokal
“Kolaborasi antara Pemerintah dan swasta sangat diperlukan untuk mencapai kemandirian industri plastik, mengingat kapasitas produksi dalam negeri masih belum cukup memenuhi kebutuhan domestik.” katanya.
Saat ini nilai impor plastik Indonesia pada kuartal I 2024 mencapai 233,15 miliar dolar AS. Sementara ekspor hanya sebesar 103,47 juta dolar AS. Produsen dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50-60 persen dari total kebutuhan bahan baku plastik nasional.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi, industri plastik dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan fleksibilitas produksi. Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, upaya perluasan kapasitas produksi menjadi langkah strategis yang dilakukan oleh pelaku industri.
Target peningkatan produksi diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar lokal sekaligus mendukung pertumbuhan industri secara keseluruhan. Sebagai respons terhadap inovasi produk, berbagai pengembangan material plastik, seperti pelet dan granule dengan karakteristik inovatif, turut diperkenalkan guna memenuhi beragam kebutuhan aplikasi industri.
Pamerindo Indonesia terus memperluas skala pameran melalui kemitraan strategis dengan Messe Düsseldorf Asia, penyelenggara pameran industri terkemuka dunia yang menghadirkan portofolio pameran plastik dan karet se-Asia dan dunia. Kolaborasi ini mencerminkan potensi besar pasar plastik dan karet di Indonesia, yang diakui oleh Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Gernot Ringling, sebagai salah satu yang terbesar dan paling berkembang di kawasan.
Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2024, Ajang Lari Untuk Kebermanfaatan Lingkungan Dan UMKM
Tingginya permintaan akan solusi canggih dan praktik berkelanjutan menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.
Edisi ke-35 Plastics & Rubber Indonesia menandai tonggak sejarah kolaborasi pertama antara Messe Düsseldorf Asia dan Pamerindo Indonesia, yang berada di bawah naungan Informa Markets.
“Tahun ini, kami bangga menyambut paviliun dan grup resmi dari Austria, Jerman, Italia, dan Taiwan, serta peserta pameran dari berbagai negara Asia. Kami berharap pameran ini dapat menginspirasi perubahan dan mendorong pertumbuhan bisnis yang signifikan bagi semua pihak,” ujar Gernot Ringling.
Salah satu sorotan pameran adalah Paviliun Austria yang menghadirkan teknologi inovatif seperti pemrosesan plastik presisi, injection moulding, dan solusi daur ulang. Terletak di Hall B3, Booth 5426, paviliun ini mencerminkan komitmen Austria untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia.
“Kami yakin kehadiran kami di sini akan mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan industri,” ujar Christian Kiene, Stand Director Austrian Pavilion.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya