Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Indofood Riset Nugraha Berikan Dana Riset Untuk 80 Mahasiswa S1
Selasa, 26 November 2024 09:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) konsisten mendorong generasi muda untuk terlibat langsung dalam mewujudkan transformasi sistem pangan melalui riset yang berkualitas.
Tahun ini, program Indofood Riset Nugraha (IRN) memberikan dana riset bagi 80 mahasiswa yang akan menyelesaikan studi strata 1 dari 43 perguruan tinggi di Indonesia.
Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Suhaimi Suriady mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi tantangan besar berdampak pada sistem pangan global, termasuk perubahan iklim dan tekanan sosial ekonomi.
"Kedua tantangan ini semakin menegaskan pentingnya transformasi menuju sistem pangan yang lebih tangguh berbasis potensi dan kearifan lokal," ujar Suhaimi dalam keterangannya, Senin (25/11/2024).
Baca juga : Tinjau Makan Bergizi Gratis, Teguh Pastikan Makanan Berkualitas Untuk Siswa
Suhaimi menambahkan, selama pelaksanaan riset, mahasiswa akan dibimbing langsung oleh para pakar IRN hingga penelitiannya selesai. Adapun batas penyelesaian penelitian paling lama adalah satu tahun.
Sejak pertama kali diadakan pada 2006, IRN telah menerima lebih dari 7.000 proposal penelitian. Tahun ini berjumlah 614 proposal.
Adapun penetapan 80 orang mahasiswa sebagai penerima dana riset IRN ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indofood dengan masing-masing mahasiswa dan dilanjutkan penyerahan dana riset secara simbolis.
Usai penandatanganan MoU antara Indofood dengan penerima dana riset IRN, Indofood menggelar Simposium Pangan Nasional.
Baca juga : Akademisi Sebut Ada Kekeliruan Dalam Proses Hukum Mardani Maming
Dengan membahas salah satu upaya konkret yang diinisiasi oleh Pemerintah dalam menciptakan sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan dan inklusif.
Menurut Suhaimi, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi berusaha membangun kesadaran akan pentingnya gizi yang baik untuk setiap lapisan masyarakat.
"Kami percaya bahwa dengan menyediakan akses yang lebih luas terhadap makanan bergizi kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan besar dalam hal ketahanan pangan," ujar Suaimi.
Suaimi juga menekankan bahwa elemen penting dalam transformasi ini adalah pemanfaatan potensi pangan fungsional yang sudah ada di Indonesia.
Baca juga : Dukung Program CSR, Indofood Beri Dana Riset Bagi Mahasiswa Sarjana
"Transformasi sistem pangan yang berbasis pada potensi pangan fungsional dan kearifan lokal ini akan membuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru, memberdayakan petani lokal, dan mendukung pembangunan ekonomi berbasis agribisnis yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Suhaimi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya