Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Jaga Kelangsungan Bisnis Fintech
Penurunan Bunga Pinjol Perlu Dievaluasi Berkala
Kamis, 5 Desember 2024 07:00 WIB
Sebelumnya
Artinya, kata Nailul, perubahan di sisi borrower akan turut mempengaruhi sisi lender dan industri secara luas.
Terpisah, Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) Nucky Poedjiardjo Djatmiko berpendapat, evaluasi kebijakan suku bunga sangat relevan untuk dilakukan OJK. Mengingat adanya dinamika inklusi keuangan di masyarakat.
Dia melihat, pinjaman daring diperlukan untuk meningkatkan jangkauan dan kemudahan akses terhadap produk keuangan, guna menjaga likuiditas masyarakat.
“Sekaligus membuka ruang investasi asing, dan mendukung perluasan inklusi keuangan di masyakarakat,” kata Nucky melalui siaran pers, Kamis (21/11/2024).
Baca juga : Hore, KJP Dan KJMU Tahap II Cair Besok
Belum lagi, imbuh Nucky, maraknya tawaran dari pinjol ilegal yang menjadi ancaman bagi masyarakat dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang mencari pendanaan.
Karena itu, penurunan batas manfaat ekonomi di bawah 0,3 persen akan berpengaruh pada ketahanan platform pinjaman daring terhadap tingkat risiko dari profil peminjam.
“Hal ini dikhawatirkan, dapat berdampak pada kemampuan industri (pinjol) untuk melayani kebutuhan pendanaan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama segmen unbanked dan underbanked,” katanya.
Namun Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman menegaskan, kebijakan ini akan mendorong industri lebih sehat.
Baca juga : Momen Kebangkitan Spurs
Ia memastikan, evaluasi terhadap batas maksimum suku bunga akan dilakukan secara berkala. Ini karena mempertimbangkan kondisi makroekonomi, kinerja industri dan perlindungan konsumen.
“Meski (penurunan bunga) akan berdampak pada penurunan pendapatan, tapi ini diharapkan dapat membuat industri lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Agusman di Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Agusman juga menuturkan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dapat membantu meningkatkan permintaan pembiayaan. Tetapi penyedia layanan tetap harus berhati-hati dalam mengelola risiko.
Untuk itu, perusahaan fintech perlu meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam operasional mereka.
Baca juga : Megatron-Bukilic Gacor
“Serta mengembangkan teknologi dan strategi pengelolaan risiko untuk menghadapi tantangan penurunan suku bunga,” tandas Agusman. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 5 Desember 2024 dengan judul "Jaga Kelangsungan Bisnis Fintech, Penurunan Bunga Pinjol Perlu Dievaluasi Berkala"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya