Dark/Light Mode

Ancaman Terorisme Makin Canggih

Menko Polkam: Teroris Bisa Kecoh Aparat Pakai AI

Rabu, 4 Desember 2024 08:56 WIB
Menko Polkam Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dan Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono (paling depan di lajur tengah) bersama seluruh stakeholder terkait dalam peluncuran Indonesia Knowledge Hub on Counter Terrorism and Violent Extremism (I-KHUB CT/VE) dan Peta Jalan Komunikasi Strategis Penanggulangan Ekstremisme yang diinisiasi BNPT, di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Selasa (3/12/2024). (Foto: Kemenko Polkam)
Menko Polkam Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dan Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono (paling depan di lajur tengah) bersama seluruh stakeholder terkait dalam peluncuran Indonesia Knowledge Hub on Counter Terrorism and Violent Extremism (I-KHUB CT/VE) dan Peta Jalan Komunikasi Strategis Penanggulangan Ekstremisme yang diinisiasi BNPT, di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Selasa (3/12/2024). (Foto: Kemenko Polkam)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Polkam Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengatakan, ancaman terorisme kini bermetamorfosis lebih canggih dan memanfaatkan berbagai ruang siber untuk menyebarkan pahamnya secara global. Teroris menggunakan cara yang sulit dideteksi, misalnya melalui dark web dan artificial intelligence (AI) untuk mengecoh surveillance aparat penegak hukum.

Menko Polkam mengatakan hal tersebut saat meresmikan Indonesia Knowledge Hub on Counter Terrorism and Violent Extremism (I-KHUB CT/VE) dan Peta Jalan Komunikasi Strategis Penanggulangan Ekstremisme yang diinisiasi oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Selasa (3/12/2024).

Kehadiran outlook dan peta jalan, kata Menko Polkam, menjadi referensi penting bagi BNPT serta kementerian/lembaga terkait lainnya untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi ancaman terorisme di ruang siber. 
 

Menko Polkam Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan berpidato dalam peluncuran Indonesia Knowledge Hub on Counter Terrorism and Violent Extremism (I-KHUB CT/VE) dan Peta Jalan Komunikasi Strategis Penanggulangan Ekstremisme yang diinisiasi oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Selasa (3/12/2024). (Foto: Kemenko Polkam)

Baca juga : Diakui Zulhas, Menuju Swasembada Pangan Itu Ruwet


Pada peluncuran tersebut, Menko Polkam menyampaikan pesan penting kepada seluruh pimpinan kementerian/lembaga dan juga seluruh masyarakat. Pertama, memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mencegah penyalahgunaan ruang siber dari ancaman terorisme. Kedua, memperkuat kapasitas seluruh stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan nasional. Ketiga, mengintensifkan kontra narasi dan kontra propaganda berbasis teknologi kreatif. Dan keempat, mengadopsi dan mengimplementasi Peta Jalan Komstra Penanggulangan Ekstremisme secara menyeluruh. 

“Saya juga mengajak seluruh kementerian/lembaga yang terlibat dalam penanganan terorisme untuk terus hadir memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat, baik di ruang nyata maupun ruang siber,” ujar Menko Polkam. 

Menurutnya, upaya perlindungan ini juga merupakan salah satu dari tujuan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. 

Baca juga : KPK 1 M, Kejagung 288 M

Menko Polkam berharap, peluncuran Knowledge Hub on Counter Terrorism and Violent Extremism itu menjadi momentum sinergitas bagi seluruh stakeholder dan masyarakat di Indonesia untuk bergerak bersama melawan ancaman terorisme di ruang siber.

Sementara, dalam pidato saat peluncuran, Menko Polkam meminta semua pihak tetap waspada terhadap aksi terorisme. Dua tahun berlalu tanpa teror, bukan berarti aksi terorisme berakhir.

“Meskipun saat ini seolah-olah sel teror itu sedang tidur, namun dari hasil pengalaman saya di dunia intelijen, terorisme ini semakin bermetamorfosis, lebih canggih dengan memanfaatkan berbagai ruang siber untuk menyebarkan pahamnya secara global,” ujarnya.

Baca juga : Dede Yusuf: Banyak Paslon Tunggal Kalahkan Kotak Kosong

Menko Polkam melanjutkan, Indonesia telah berhasil mencapai zero terrorist attack sejak 2023. Peringkat Indonesia dalam Global Terrorism Index juga membaik, sehingga masuk ke dalam kategori low impacted dari sebelumnya medium impacted. “Tentunya, ini merupakan capaian besar yang patut kita apresiasi bersama. Hasil kerja kolaboratif yang sangat luar biasa dari seluruh pihak, baik pada aspek pencegahan maupun penegakan hukum,” ucapnya.

Namun, Menko Polkam mengingatkan, kondisi tanpa teror dua tahun terakhir bukan berarti para teroris telah menghentikan aksi mereka. “Tugas kita ke depan adalah bagaimana mempertahankan kondisi ini, sehingga kehadiran negara dapat memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.