Dark/Light Mode

Jajaki Kerja Sama Dengan Boeing

Garuda Patok 2025 Tambah 20 Pesawat

Sabtu, 7 Desember 2024 07:05 WIB
Jajaki Kerja Sama Dengan Boeing Garuda Patok 2025 Tambah 20 Pesawat

 Sebelumnya 
Ia menjelaskan, total armada yang disiapkan Garuda Indo­nesia selama Nataru tahun ini sebanyak 58 pesawat, terdiri dari 39 Boeing 737 NG, 12 Airbus 330 dan 7 Boeing 777.

Sementara Citilink menyiap­kan 35 armada, terdiri dari 32 Airbus 320 dan 3 pesawat ATR.

“Untuk pertumbuhan penumpang tahun 2024, terdapat peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan tahun 2023,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, walau ada peningkatan signifikan, namun bila bandingkan dengan masa sebelum pandemi, maka jumlah pesawat itu masih di angka 66 persen.

Adapun puncak arus libur di masa Nataru ini, diperkirakan terjadi pada 21 Desember 2024 dan 5 Januari 2025.

Baca juga : Waduh, Presiden Korsel Terancam Hukuman Mati

Sementara Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney Maya Watono menegaskan, dengan keputusan Pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen pada saat Nataru, maka akan ada multiplier effect yang dirasakan masyarakat.

Maya mengakui, akibat penu­runan harga tiket, pasti akan ada cost yang dibutuhkan. Tapi dia menegaskan, dalah eco­nomic impact-nya.

“Multiplier effect dari kegiatan ini (penurunan harga tiket), bisa 10 sampai 12 kali lipat, karena akan ada peningkatan trafik di berbagai destinasi. Apa­lagi operasional bandara sampai 24 jam,” beber Maya.

Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku, telah menawarkan kerja sama dalam bentuk negosiasi langsung an­tara leasing company Boeing dengan maskapai-maskapai nasional.

Seperti Garuda Indonesia beserta anak perusahaan, yaitu PT Citilink Indonesia, hingga perusahaan aviasi milik PT Per­tamina (Persero), yaitu PT Pelita Air Service (PAS).

Baca juga : Suhu Di Ibu Kota Sejuk Sampai Akhir Desember

Untuk itu, pihaknya terbuka bila Boeing bersedia menam­bah armada pesawatnya di Indonesia.

Begitu juga perusahaan lain­nya seperti Airbus, atau Comac milik China, hingga pesawat dari Rusia.

Ia menyampaikan, Indone­sia pasca Covid-19, Indonesia hanya memiliki 390 pesawat.

“Sebagai mandatori, kita mes­ti punya 700 pesawat. Mau tidak mau harus kerja sama,” katanya.

Sebab, isu jumlah pesawat yang tidak memadai ini, dikha­watirkan berimbas negatif bagi penerbangan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga : Everton Vs Liverpool, Pertarungan Emosi Derby Merseyside

Meski demikian, pihaknya juga perlu menyesuaikan pengadaan jumlah pesawat dengan roadmap masing-masing maskapai BUMN. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 7 Desember 2024 dengan judul "Jajaki Kerja Sama Dengan Boeing Garuda Patok 2025 Tambah 20 Pesawat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.