Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Agregator Gas, PGN Siap Serap Pasokan Gas dari Lapangan Baru
Rabu, 11 Desember 2024 20:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PGN Tbk, bagian dari Subholding Gas Pertamina, konsisten memainkan peran strategis sebagai agregator gas bumi untuk memanfaatkan potensi gas dari lapangan-lapangan gas baru.
Proyek pengembangan lapangan gas yang sedang dijalankan pemerintah, yaitu Blok Masela, Tangguh, dan lapangan-lapangan lainnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, mengatakan bahwa selama proses transisi energi, pengembangan energi gas bumi akan dipercepat.
Produksi gas di Indonesia juga diperkirakan bakal meningkat dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Baca juga : Sektor Perumahan Hadapi 3 Tantangan Besar, Ini Penjelasan Wamen
"Dan gas bumi akan menjadi energi utama selama masa transisi hingga tercapainya Net Zero Emission pada tahun 2060,” ujar Dadan sekaligus Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, dalam webinar yang diselenggarakan oleh resourcesasia.id pada 10 Desember 2024.
Group Head of Gas, Supply & LNG Trading PGN, M. Anas Pradipta, menambahkan bahwa sebagai agregator gas bumi nasional, PGN siap menyerap produksi gas dari proyek-proyek pengembangan lapangan baru.
Termasuk gas dari Blok Masela yang akan disalurkan dalam bentuk LNG. Salah satu upaya yang dilakukan PGN untuk meningkatkan distribusi gas non-pipa adalah pembangunan LNG Hub.
LNG Hub diharapkan dapat menjadi solusi atas ketidakseimbangan pasokan dan permintaan energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Baca juga : Sambut SEA Games, PB ABTI Gelar Selaknas Di Balikpapan Dan Jakarta
PGN memperkirakan permintaan gas bumi domestik akan meningkat sekitar 3 persen hingga tahun 2034, didorong oleh sektor kelistrikan, smelter, dan kilang.
Sumber pasokan gas hingga 2034 diperkirakan akan berasal dari gas pipa dan LNG. Oleh karena itu, PGN memanfaatkan LNG sebagai alternatif tambahan pasokan gas bagi pelanggan.
Anas menegaskan, PGN sudah lebih dari siap untuk mendukung potensi penemuan giant discovery, termasuk memperhitungkan kondisi pada tahun 2025.
PGN juga melihat pasokan gas pipa akan semakin berkurang, sementara permintaan terus meningkat.
Baca juga : Dampingi Wapres, Kepala BNPB Siap Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Dan Longsor
Diperkirakan pada 2025, terminal gas yang dimiliki PGN akan penuh, yang menunjukkan bahwa mode LNG sudah berjalan dengan baik.
"Kami siap menyerap pasokan LNG dan menjadi agregator gas di Indonesia,” terang Anas.
Lebih lanjut, Anas menegaskan bahwa sebagai integrator infrastruktur dan agregator komoditas gas bumi, PGN tetap memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, untuk mempercepat distribusi gas bumi sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya