Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga Lingkungan dan Kemandirian Umat, AQUA Tanam Bibit Mangrove di Sumut
Kamis, 12 Desember 2024 13:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - AQUA hadir menjadi salah satu pembicara dalam acara seminar “Rehabilitasi Mangrove untuk Kemandirian Umat” yang diadakan oleh Mathla’ul Anwar Sumatera Utara, Global Islamic Development (GID) dan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia.
Kegiatan ini diikuti dengan penanaman bibit mangrove, yang secara simbolis diserahkan oleh Mathla’ul Anwar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mensejahterakan umat dan lingkungan, terutama di kawasan pesisir Sumut.
Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan, kesehatan, lingkungan dan masyarakat merupakan tiga pilar utama fokus inisiatif keberlanjutan dari Danone Indonesia.
Pada pilar lingkungan, tergambar beberapa fokus strategi keberlanjutan Danone Indonesia dan AQUA dalam menjaga alam.
“Di antaranya lewat pertanian regeneratif, konservasi di Daerah Aliran Sungai, serta menekan emisi karbon, salah satunya dengan mengembangkan ekosistem mangrove,” tuturnya.
Keterlibatan AQUA dalam konservasi mangrove adalah salah satu bentuk inisiatif kami dalam menjalankan upaya konservasi alam, sekaligus wujud strategi keberlanjutan perusahaan pada pilar lingkungan. AQUA telah melakukan berbagai inisiatif konservasi mangrove sejak belasan tahun lalu.
Baca juga : Terapkan Arahan Kementerian BUMN, Jasa Raharja Siap Sukseskan Mudik Nataru
Di antaranya, di Pasuruan, Jawa Timur; Manado, Sulawesi Utara; juga di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta.
Ini juga menjadi bagian komitmen perusahaan dalam mengalirkan kebaikan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, salah satunya lewat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Termasuk di antaranya organisasi-organisasi Islam yang berperan penting dalam mendorong kemajuan bangsa, seperti PINBAS.
Menurut Direktur Eksekutif Global Islamic Development Foundation, Andi Y Hendrawan Djuwaeli, membangun ekonomi harus berkesinambungan dan berkelanjutan agar terwujud kemandirian umat.
Oleh karena itu kegiatan ini tidak berhenti hanya sampai tahap diskusi saja tapi harus ada tindakan nyata dalam pelestarian lingkungan dengan melakukan rehabilitasi Mangrove.
“Kami akan menindaklanjuti seminar ini dengan langkah eksekusi untuk melindungi ekosistem mangrove yang diharapkan akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan melindungi lingkungan sumatera utara secara luas,” tuturnya.
Ketua Mathla’ul Anwar Sumatera Utara Hasnan Syarief Panggabean menyampaikan, Sumatera Utara merupakan salah satu dari empat provinsi prioritas Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).
Baca juga : Dorong Peningkatan Kesejahteraan Umat, AQUA dan DMI Kolaborasi
Program ini ditujukan untuk melindungi wilayah pesisir dan memberdayakan masyarakat lokal agar mereka kampu menjaga dan mengembangkan kemanfaatan hutan mangrove bagi sektor sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Program M4CR bertujuan untuk melindungi wilayah pesisir dan memberdayakan masyarakat lokal agar mampu menjaga dan memanfaatkan hutan mangrove secara berkelanjutan,” bebernya.
Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya M. Azrul Tanjung menambahkan, tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, konservasi mangrove juga dapat membantu meningkatkan perekonomian lokal dan meningkatkan kemandirian umat.
Salah satunya dengan berkembangnya kegiatan ekowisata dari daya tarik hutan wisata mangrove. Mengingat potensi deforestasi, perubahan iklim dan aktivitas industri yang dapat mengancam kelestarian mangrove, upaya konservasi mangrove menjadi semakin krusial saat ini.
“Untuk itu kolaborasi dan sinergi multi pihak sangat dibutuhkan dalam restorasi mangrove, yang saat ini sebagian besar mangrovenya mengalami kerusakan khususnya di Sumatera Utara,” ungkapnya.
Fungsional Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Susilo menyatakan sangat mengapresiasi dukungan berupa edukasi dan bantuan bibit mangrove dari PINBAS MUI dan AQUA yang diberikan bagi Provinsi Sumatera Utara pada hari ini.
Saat ini terdapat 15 ribu hektar lahan mangrove yang perlu mendapat perhatian serius di provinsi kami.
Baca juga : Presiden Puji Kinerja Kementerian Dan Lembaga Bidang Pangan
“Kami optimis diskusi publik ini akan membantu seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat menjadi lebih paham tentang pentingnya peran mangrove, bagaimana menjalankan upaya konservasi mangrove, serta mengoptimalkan manfaat mangrove,” ungkapnya.
Konservasi mangrove ini menjadi investasi besar bagi kelangsungan hidup manusia jika dapat dilaksanakan dengan baik.
Sebagai perusahaan yang lahir di Indonesia sejak 50 tahun lalu, AQUA lahir untuk memenuhi kebutuhan hidrasi masyarakat dengan air minum berkualitas dan halal.
AQUA juga terus berkomitmen untuk mengalirkan kebaikan seluas-luasnya bagi masyarakat melalui kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Di antaranya berbagai pesantren, masjid, serta organisasi-organisasi Islam yang berperan penting mendorong kemajuan umat, seperti Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Arif menegaskan, seluruh kerja sama yang dilakukan AQUA, selalu fokus pada pemberdayaan masjid dan umat, pendidikan, lingkungan serta kesehatan umat.
"Kami berharap seminar dan penanaman mangrove ini dapat menjadi awal dari upaya bersama dan berkelanjutan untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayah Sumatera Utara,” tutup Arif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya