Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bamsoet: Kadin Dukung Kebijakan Presiden Prabowo Hapus Utang UMKM
Selasa, 21 Januari 2025 13:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kadib Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijaksanaan menghapus utang bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bagi Kadin, kebijaksanaan ini patut dimaknai sebagai upaya dan langkah awal Presiden merevitalisasi kekuatan dunia usaha nasional.
Bamsoet menyatakan, fakta historis telah membuktikan bahwa UMKM menjadi salah satu pilar penting ketahanan ekonomi Indonesia. Peran dan kontribusinya sangat signifikan. Sumbangannya terhadap produk domestik bruto (PDB) rata-rata mencapai lebih dari 60 persen.
Baca juga : Diresmikan Presiden Prabowo, 26 Pembangkit Baru Fokus pada Energi Bersih
"Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi setiap unit UMKM bahkan mampu menggerakkan komunitas di sekitarnya terlibat pada ragam kegiatan produktif sebagai unit pendukung untuk menjadikan sebuah produk mencapai standar kualitas yang tinggi," ujar Bamsoet, di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, UMKM Indonesia yang tidak menikmati proteksi dan bentuk-bentuk kemudahan lainnya telah mengalami tekanan bertubi-tubi, sehingga menyebabkan puluhan juta unit bisnis UMKM bangkrut. Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian mereka. Karenanya, kebijaksanaan Presiden Prabowo menghapus utang UMKM patut disyukuri karena membebaskan UMKM dari beban berat yang telah dipikul selama bertahun-tahun.
Baca juga : ALFI Dukung Peningkatan Infrastruktur Logistik Pemerintahan Prabowo Subianto
Dari jumlah keseluruhan UMKM yang pernah mencapai 64,2 juta unit bisnis, 48,6 persen sudah bangkrut karena beberapa alasan, termasuk ekses dari Pandemi Covid-19. Namun, penyebab utama kebangkrutan UMKM Indonesia adalah tekanan yang bersumber dari banjir produk impor yang dijual di pasar dalam negeri dengan harga dumping. "Fakta ini menyebabkan 30,5 persen UMKM kehilangan permintaan dari dalam negeri," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47/2024 tentang penghapusan piutang macet kepada UMKM, pemerintah menghapuskan utang atau kredit macet bagi lebih dari satu juta pelaku UMKM. Melalui beberapa tahapan, total nilai kredit macet UMKM yang dihapuskan oleh PP ini mencapai Rp 14 triliun. Kini, komunitas pelaku UMKM tentu saja mengharapkan kebijakan pemerintah yang dapat memberi ruang bagi mereka untuk bangkit dari ketidakberdayaan saat ini.
Baca juga : Di Munas Kadin, Presiden Prabowo Serukan “Indonesia Incorporated”
Bamsoet menambahkan, Kadin Indonesia mendorong pemerintah untuk terus memberi perhatian khusus bagi UMKM di dalam negeri mengingat kontribusinya yang begitu signifikan. Melalui tindakan nyata, Presiden Prabowo telah menunjukan kepeduliannya pada UMKM.
"Penghapusan kredit macet bagi lebih dari satu juta pelaku UMKM adalah kebijaksanaan yang heroik. Tindak lanjut dari kebijaksanaan Presiden itu adalah harapan kepada para menteri ekonomi untuk merancang kebijakan-kebijakan yang memberi ruang bagi UMKM Indonesia untuk bangkit dari ketidakberdayaan saat ini,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya