Dark/Light Mode

Pertamina Port and Logistics Raih Penghargaan Green & Smart Port 2025

Senin, 10 Maret 2025 18:08 WIB
Plt Direktur Pertamina Port and Logistics, Albertus Anto Budi Santosa (ketiga kanan) menerima piagam penghargaan dari Menko Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. PPL)
Plt Direktur Pertamina Port and Logistics, Albertus Anto Budi Santosa (ketiga kanan) menerima piagam penghargaan dari Menko Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. PPL)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina Port and Logistics (PPL), anak usaha Pertamina International Shipping (PIS), kembali menunjukkan kepemimpinannya dalam bisnis pelabuhan berkelanjutan dengan meraih penghargaan Green & Smart Port 2025. Penghargaan yang diberikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan ini menegaskan komitmen PPL dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan guna mencapai target Net Zero Emission.

PPL telah mengimplementasikan berbagai inovasi, termasuk pengelolaan sumber daya air melalui sistem Rain Harvesting dan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis), penerapan sistem 3R (Reduce Reuse Recycle) untuk limbah. Kemudian, efisiensi energi melalui penggunaan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Langkah-langkah ini membantu mendukung operasional pelabuhan tidak hanya efisien tetapi juga lebih ramah lingkungan.

Baca juga : BNI Jadi Bank RI Pertama Raih Penghargaan Literasi Otoritas Keuangan Hong Kong

Plt Direktur Pertamina Port and Logistics, Albertus Anto Budi Santosa, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pemacu bagi PPL untuk terus berinovasi. Penghargaan Green & Smart Port 2025 menjadi bukti nyata bahwa PPL berada di jalur yang tepat dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih hijau dan cerdas. "Kami akan terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan dalam rangka mencapai keberlanjutan dan target Net Zero Emission,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (10/3/2025).

Sebagai operator pelabuhan yang senantiasa memprioritaskan keselamatan kerja, PPL juga telah menerapkan alat angkat tersertifikasi standar migas, memiliki sertifikasi High Risk untuk bekerja di K3S, serta teknologi digital untuk optimalisasi operasional pelabuhan. Sistem berbasis digital seperti Pertamina Shorebase Ultimate Technology (PESUT) dan Portal Realtime Integrated Data Enterprise (PRIDE) juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keamanan pelabuhan.

Baca juga : PetroChina Mulai Gelar Pengeboran Di Jabung Timur Pada Semester II 2025

Peningkatan standar tata kelola lingkungan dan energi juga dilakukan melalui pemanfaatan kendaraan listrik dan hybrid, serta sistem keamanan berbasis teknologi dengan pemantauan 24/7 melalui 26 titik CCTV. Dengan inovasi ini, PPL semakin memperkuat posisinya sebagai pelabuhan berstandar internasional yang mendukung keberlanjutan industri maritim Indonesia.

“Seluruh upaya yang kami lakukan, diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dari sektor logistik dan pelayaran. Ke depannya, kami akan meningkatkan inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung transformasi industri maritim yang lebih berkelanjutan.” tutup Albertus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.