Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei KedaiKOPI: 62,3 Persen Masyarakat Percaya Transparansi BPI Danantara
Rabu, 12 Maret 2025 08:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil survei bertajuk "Pola Penggunaan Produk Investasi" pada Selasa (11/3/2025).
Hasil survei menunjukkan bahwa 62,3 persen responden percaya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mampu mengelola investasi secara transparan.
Kepercayaan terhadap Danantara didorong oleh beberapa faktor utama, seperti kinerja pemerintah (27,2 persen), pengawasan yang lebih baik (19,4 persen), dan profesionalisme pengelola (10 persen).
Namun, masih ada 37,7 persen responden yang meragukan transparansi Danantara, dengan kekhawatiran utama terkait potensi korupsi dan kurangnya sosialisasi regulasi.
"Survei kami menunjukkan 62,3 persen responden percaya dengan transparansi Danantara, sementara 37,7 persen masih meragukan kinerjanya," ujar Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo dalam keterangan tertulis, Rabu (12/3).
Baca juga : Survei YouGov: Mayoritas Masyarakat Indonesia Bakal Pakai Duit THR Untuk Nabung
Survei ini juga mengungkap tren investasi masyarakat saat ini. Mayoritas responden memilih emas perhiasan sebagai instrumen investasi utama dengan persentase 49,9 persen.
Instrumen lain yang diminati adalah saham (38,4 persen), reksa dana (36,6 persen), dan emas batangan (35,6 persen).
Sementara itu, properti dipilih oleh 28,9 persen responden, dan cryptocurrency oleh 22,1 persen.
"Emas, baik batangan maupun perhiasan, dianggap sebagai investasi paling efisien dengan persentase 28,7 persen dan 20,1 persen, diikuti properti 12,2 persen dan saham 10,4 persen," jelas Ibnu.
Menurutnya, preferensi masyarakat terhadap instrumen seperti emas dan saham menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan Danantara untuk mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis.
Baca juga : PSU Pilkada Serang, Pengamat: Masyarakat Cenderung Tolak Dinasti Politik
"Kalau melihat hasil survei, Danantara bisa mengarahkan investasi mereka ke arah strategis seperti emas dan yang lainnya yang juga dipercaya masyarakat," ujarnya.
Masih Ada Hambatan dalam Berinvestasi
Meskipun minat investasi meningkat, survei menemukan bahwa 26,8 persen responden masih belum berinvestasi.
Alasan utama adalah keterbatasan dana (62,2 persen) dan minimnya pengetahuan tentang investasi (22,6 persen).
"Dari 73,2 persen yang sudah berinvestasi, mayoritas memilih risiko rendah seperti emas dan reksa dana. Hanya 17 persen yang berani mengambil risiko tinggi," tambah Ibnu.
Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, 60 persen responden memprioritaskan menabung dan berinvestasi, dengan 47,1 persen meyakini bahwa investasi dapat menambah penghasilan.
Baca juga : Profil Rosan Roeslani, Sosok Yang Dipercaya Prabowo Jabat CEO Danantara
Selain itu, 85,7 persen responden menyatakan bahwa investasi diperlukan untuk rencana keuangan jangka panjang.
Sebanyak 75,6 persen memilih investasi jangka panjang dengan tujuan utama memiliki dana di masa tua.
Transparansi dan Edukasi Jadi Kunci
Ibnu menegaskan, transparansi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi yang dikelola Danantara.
"Peran Danantara menjadi krusial. Jika berhasil mengelola dana secara transparan, kepercayaan masyarakat terhadap investasi akan semakin kuat, terutama dalam mengoptimalkan pola investasi yang sudah berkembang seperti emas dan saham," kata dia.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi, agar masyarakat semakin cerdas dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risikonya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya