Dark/Light Mode

Pastikan Pasokan Energi Terjaga, Perwira Pertamina Rela Tak Libur Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 16:01 WIB
Perwira Subholding Upstream Pertamina Chyntia Daeng. (Foto: Dok. PHR)
Perwira Subholding Upstream Pertamina Chyntia Daeng. (Foto: Dok. PHR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati liburan di penghujung Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, para pekerja sektor hulu energi Pertamina tetap bekerja di lapangan minyak dan gas. Di bawah terik matahari di daratan maupun lepas pantai, mereka bekerja tanpa lelah untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.

Chyntia Daeng, salah satu di antaranya. Ia seorang Perwira Subholding Upstream Pertamina yang bekerja di lingkungan Pertamina Hulu Rokan (PHR). Lebaran tahun ini, ia bertugas di tengah ladang minyak Rokan, jauh dari keluarga tercinta di kampung halaman.

Daeng bertugas sebagai Sr Supervisor Plant Operations Lapangan Minyak Minas di Stasiun Pengumpul atau Gathering Station (GS) 1 dan 2. Di Gathering Station, semua fluida dari sumur-sumur minyak diproses agar menjadi minyak mentah yang berkualitas baik. Ia bertugas mengawasi dan mengkoordinasikan agar proses tersebut berjalan dengan baik.

Baca juga : DKI Siapkan Kampung Siaga Bencana Saat Libur Lebaran, Antisipasi Banjir Kiriman

"Mengawasi kegiatan operasional berjalan dengan selamat, sesuai dengan proses safety, sesuai dengan fungsinya dan tentu saja sesuai dengan deliverable yang ditargetkan perusahaan untuk menjaga pasokan energi tetap berjalan dengan baik. Terlebih lagi Gathering Station itu beroperasi setiap hari selama 24 jam," papar perempuan yang sudah bekiprah di industri hulu migas selama 11 tahun ini.

Begitu juga dengan Budhi Refa Anjani yang bertugas sebagai Production Superintendent di lepas pantai, yakni di Central Plant, East Operations Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). "Tugas kami memastikan day to day operation di central plant, bertanggung jawab atas target produksi, safety, semua personel dan penggunaan budget pada anjungan central plant ini," terang pria yang akrab disapa Budrev itu.

Budrev rela tidak libur saat Lebaran demi upaya menjaga stabilitas energi nasional. "Tahun ini tidak bisa berlebaran bersama istri dan dua anak saya. Kami bertugas dan menjalankan operasi di sini bukan sekadar memenuhi kewajiban dalam bekerja, tapi juga untuk kepentingan yang lebih luas," ujarnya.

Baca juga : Jaringan 5G Akan Masuki Impact Era, Raih Pertumbuhan secara Komersial

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, tugas dan tanggung jawab yang diemban para Perwira Pertamina di sektor hulu migas ini sangat penting dan strategis. Mereka menjadi ujung tombak pasokan minyak mentah yang memperkuat ketahanan energi nasional.

“Mereka mendedikasikan waktunya untuk memastikan pasokan minyak mentah tetap berjalan di masa libur Lebaran,” ujar Arya.

Selama libur Lebaran, PHE memastikan operasional berjalan dengan baik di wilayah kerja hulu migas di daerah onshore (darat) maupun offshore (lepas pantai) dengan mengaktifkan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2025.

Baca juga : Bamsoet Ingatkan Pejabat Tinggi Negara Pentingnya Komunikasi Publik yang Baik

Guna memastikan produksi berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur, Satgas RAFI PHE 2025 memastikan kesiapan Emergency Response Organization (ERO), menyiagakan personil siaga non-emergency, menerapkan health screening terhadap para Perwira yang bertugas selama libur Lebaran, dan memastikan kelancaran operasi melalui pengelolaan logistik pendukung.

Satgas RAFI 2025 berupaya mendukung produksi dan lifting migas melalui kegiatan pengeboran, kerja ulang, dan perawatan sumur, serta melalui kegiatan pemeliharaan untuk memastikan kehandalan fasilitas produksi. Selama RAFI 2025, PHE melakukan kegiatan pengeboran eksplorasi di East Pondok Aren (Jawa Barat), Sembakung Deep (Kalimantan), dan North East Markisa (Papua).

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental Socialand Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016. PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Social Responsible, dan Good Governance.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.