Dark/Light Mode

H-3 Lebaran, Pergerakan Harian Penumpang Angkutan Umum Tembus 1,15 Juta

Sabtu, 29 Maret 2025 20:57 WIB
Pergerakan penumpang di bandara jelang puncak mudik Lebaran
Pergerakan penumpang di bandara jelang puncak mudik Lebaran

RM.id  Rakyat Merdeka - Posko pusat angkutan lebaran terpadu 2025 pada H-3 mencatat sejumlah layanan angkutan umum mengalami pergerakan penumpang tertinggi harian selama penyelenggaraan angkutan Lebaran yang dimulai sejak 21 Maret 2025. 

Pergerakan harian angkutan umum seluruh moda mencapai 1.154.080 penumpang, lebih tinggi dibanding rata-rata harian selama masa angkutan Lebaran 2025 yang tercatat kurang lebih 782.839 penumpang. 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Budi Rahardjo menyampaikan, pada H-3, penumpang harian tertinggi terdapat pada moda angkutan udara yang mencapai 303.468 penumpang. 

Baca juga : Lintasarta Peduli Negeri Hadirkan Berkah Ramadan Bagi Anak Yatim Dan Marbot

“Penumpang harian tertinggi berikutnya tercatat pada layanan angkutan penyeberangan sejumlah 297.342 penumpang, angkutan kereta api sebanyak 247.611 penumpang, serta angkutan laut kurang lebih 115.993 penumpang,” jelas Budi dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (29/3/2025).

Namun, kondisi ini tidak berlaku bagi angkutan bus. Menurut Budi, catatan penumpang tertinggi pada moda angkutan massal berbasis jalan ini terjadi pada H-4 atau 27 Maret 2025, dengan melayani penumpang sebanyak kurang lebih 300.793 orang.

Sementara itu, data penumpang akumulatif yang terhimpun sampai dengan H-3 menunjukkan bahwa moda kereta api mencatat jumlah tertinggi dengan telah melayani 2.495.799 penumpang.  “Dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah ini naik sebesar 6,39%,” papar Budi. 

Baca juga : H-2 Lebaran KAI Daop 1 Jakarta Layani 250 Penumpang Difabel

Secara kumulatif, kenaikan penumpang juga terdapat pada angkutan udara domestik dan internasional sebesar 0,64% dibanding periode tahun lalu. 

“Secara kumulatif sejauh ini kenaikan tidak terjadi pada angkutan laut, penyeberangan, dan bus apabila dibandingkan dengan data kumulatif pada 2024,” jelas Budi. 

Untuk angkutan laut, Budi menyampaikan, terdapat penurunan sebesar 4,40%, penyeberangan sejumlah 5,58% dan bus kurang lebih 10,22% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

Baca juga : 154.882 Penumpang & 17.984 Kendaraan Nyebrang ke Sumatera, Pelabuhan Ramai Lancar

“Sejumlah kebijakan telah digulirkan selama masa angkutan Lebaran 2025. Tujuannya guna memudahkan dan menghindari terjadinya penumpukan pada tanggal dan hari tertentu. Apalagi di tanggal yang diprediksi menjadi puncak pergerakan, sehingga berpotensi terjadi kepadatan serta antrian panjang,” tutur Budi. 

Kebijakan tersebut menurut Budi, antara lain implementasi Work From Anywhere yang telah diberlakukan sejak 24 Maret, penyampaian THR lebih awal, penurunan tarif pesawat untuk masa penerbangan 24 Maret hingga 7 April 2025, serta diskon tarif penyeberangan dan diskon tarif tol.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.