Dark/Light Mode

Kembangkan Biomassa, PLN EPI Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur

Selasa, 8 April 2025 19:07 WIB
PT PLN Energi Primer Indonesia mengembangkan ekosistem biomassa melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT. (Foto: PLN EPI)
PT PLN Energi Primer Indonesia mengembangkan ekosistem biomassa melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT. (Foto: PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen memperkuat ketahanan energi di Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pengembangan ekosistem biomassa.

Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi perusahaan untuk meningkatkan pemanfaatan energi hijau.

Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko, dalam kunjungannya ke Gubernur Nusa Tenggara Timur yang juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal NTT, Angelius Wake Kako, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan PLN dalam mewujudkan ekosistem biomassa yang berkelanjutan.

“Kami melihat potensi besar biomassa di NTT untuk mendukung transisi energi nasional. Sinergi antara Pemerintah Daerah dan PLN akan menjadi kunci keberhasilan pengembangan energi terbarukan ini,” ujar Antonius Aris Sudjatmiko.

Baca juga : Majukan Pendidikan Pesantren, Menag Fokus pada Kesejahteraan Santri dan Inovasi

Sebagai subholding PT PLN (Persero) yang bertanggung jawab atas penyediaan energi primer, PLN EPI terus memperkuat perannya dalam transisi energi.

Hingga Februari 2025, PLN EPI telah memenuhi kebutuhan biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN sebesar 275.579 metrik ton.

Sebagai bentuk komitmennya, PLN EPI terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan energi primer yang andal dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung target bauran energi terbarukan Pemerintah.

“Pengembangan biomassa di NTT adalah salah satu langkah strategis kami untuk mendukung target bauran energi hijau nasional. Dengan kerja sama yang baik, kami optimis program ini dapat berjalan optimal,” tambah Aris.

Baca juga : Halal Bihalal Jadi Salah Satu Cara Syukuri Kedamaian Indonesia

Melki Laka Lena menekankan, pengembangan biomassa dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

“Biomassa bisa berasal dari berbagai sumber, seperti sampah organik, kayu, jerami, tongkol dan batang jagung, serta kotoran ternak. Dengan potensi besar di NTT, kita perlu mendorong pemanfaatan ini secara optimal,” ujar Melki Laka Lena.

Selain itu, Gubernur menyoroti beberapa komoditas lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi biomassa, seperti cangkang kemiri, lamtoro, gamal, dan kulit biji mete.

Sumber daya ini dapat diolah menjadi energi melalui keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok biomassa berbasis ekonomi kerakyatan.

Baca juga : Pemprov Dukung Bank DKI Perkuat Keamanan JakOne Mobile

Antonius Aris Sudjatmiko menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan PLN untuk bekerja sama dalam pengembangan biomassa di NTT.

Sementara itu, Angelius Wake Kako, melihat kolaborasi ini sebagai peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang belum tergarap secara maksimal.

“Jika dikelola dengan baik, biomassa dapat menjadi sektor ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat desa,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap inisiatif ini dapat mendorong ekosistem biomassa yang berkelanjutan, mendukung energi hijau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.