Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan pagi ini dibuka menghijau ke level 6.589,33, angka tersebut melanjutkan penguatan hingga tembus resistance awal di kisaran 6.600.
Tercatat, 248 saham menguat, 78 saham melemah, dan 188 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau naik menjadi Rp 11.491 triliun.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, dari global, indeks-indeks Wall Street mencatatkan rebound lebih dari 2,5 persen pada Selasa (22/4/2025).
Baca juga : Sentimen AS Bikin IHSG Menguat Pagi Ini
“Technical rebound tersebut didorong oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent bahwa de-eskalasi perang tarif atau perang dagang antara AS dengan China akan terjadi dalam waktu dekat,” katanya dalam riset harian, Rabu (23/4/2025).
Ia menuturkan, tarif impor luar biasa tinggi yang diterapkan oleh masing-masing negara diperkirakan tidak akan bertahan lama. Pasar menilai melalui pernyataan tersebut, AS mendorong negosiasi antara AS dengan China.
Sementara dari dalam negeri, reli harga emas menopang penguatan gold-related stocks. Sementara saham-saham energi ditopang oleh dua faktor.
Baca juga : Usai Libur Panjang, IHSG Dibuka Pada Posisi 6.450,31
Yaitu, ekspektasi berlanjutnya rebound harga minyak karena pengaruh sanksi terhadap Iran dan batu bara akibat pengaruh potensi peningkatan permintaan dampak ekspektasi de-eskalasi perang tarif AS dengan China, serta ekspektasi dividen dengan yield besar pada saham-saham energi tersebut.
Selanjutnya, isu dividen dan ekspektasi pemulihan demand masih akan menopang penguatan harga saham-saham energi. "Cermati peluang re-entry ke saham-saham bank yang cenderung menguji support level pasca tanggal cum dividend," katanya.
Valdy melihat, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 6.380 hingga 6.650 sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya