Dark/Light Mode

Sinergi Danantara dan Pertamina Diharapkan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 30 April 2025 20:31 WIB
Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar dalam Forum Wartawan Sobat Energi, di Jakarta, Rabu (30/4/2025). (Foto: Ist)
Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar dalam Forum Wartawan Sobat Energi, di Jakarta, Rabu (30/4/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai bagian dari transformasi tata kelola BUMN disambut positif oleh berbagai kalangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran strategis BUMN energi, khususnya Pertamina, dalam menjaga keterjangkauan dan keberlanjutan energi nasional.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Arie Gumilar menilai kebijakan ini sebagai momentum penting untuk menata ulang struktur korporasi negara agar lebih efektif dan berpihak pada rakyat. Ia menegaskan pentingnya proses tersebut tetap berpijak pada amanat konstitusi, terutama Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan peran negara dalam mengelola cabang-cabang produksi penting bagi kesejahteraan rakyat.

“Pertamina selama ini menjalankan mandat negara dalam pengelolaan energi nasional. Harapannya, dalam skema baru ini, peran tersebut tetap terjaga dan diarahkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Arie dalam Forum Wartawan Sobat Energi, di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Arie juga menekankan pentingnya menjaga fungsi pelayanan publik yang selama ini dijalankan oleh BUMN strategis seperti Pertamina, PLN, dan Bulog. Menurutnya, dalam proses transformasi dan konsolidasi di bawah payung Danantara, aspek pelayanan dan tanggung jawab sosial tidak boleh diabaikan.

Baca juga : Sinergi Kemenkop dan Pemprov Sumut Wujudkan Ekonomi Berkeadilan Lewat Koperasi Merah Putih

“Kami bukan menolak pembentukan Danantara. Kami hanya ingin memastikan bahwa instrumen ini tidak menjauhkan BUMN dari semangat pelayanan dan keberpihakan pada rakyat,” tegasnya.

Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai bahwa proses transformasi ini idealnya diikuti dengan penguatan fungsi kontrol publik, transparansi, serta arah kebijakan energi yang seimbang antara efisiensi korporasi dan mandat sosial.

“Pertamina tak bisa hanya dilihat dari neraca keuangan. Ada fungsi sosial dan geopolitik yang juga harus dijaga,” ujar Noorsy.

Ia menyoroti pentingnya menjaga prinsip kehati-hatian dalam skema pembiayaan atau restrukturisasi agar tidak menggeser fokus utama negara. Serta menjamin akses dan keterjangkauan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Noorsy juga menekankan perlunya penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi energi sebagai fondasi ketahanan energi nasional.

Baca juga : Gerindra Ajak Rakyat Percaya Kekuatan Ekonomi Nasional...

Sejalan dengan itu, pada 24 April lalu, jajaran pimpinan BPI Danantara melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat PT Pertamina (Persero) dan menggelar rapat bersama jajaran direksi dan komisaris. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Pertamina yang terus menunjukkan performa positif.

“Pertamina memaparkan performa bisnis dan keuangan yang kian positif, sehingga kontribusi pada penerimaan negara terus terjaga,” tulis Rosan, Minggu (27/4).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut COO BPI Danantara Dony Oskaria, CIO Pandu Sjahrir, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Komisaris Utama Mochamad Iriawan. Agenda rapat mencakup pemaparan transformasi Pertamina sejak 2021, termasuk strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy) yang dirancang untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung transisi energi melalui penguatan produksi migas domestik, digitalisasi layanan, dan peningkatan bauran biofuel.

Rosan menegaskan, sinergi antara Danantara dan BUMN strategis seperti Pertamina merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing, efisiensi, dan kesinambungan dalam sektor energi.

Baca juga : Tiba di Tanah Suci, Petugas Haji Ucapkan Puji Syukur, Semangat Lafalkan Talbiyah

“Transformasi ini diharapkan dapat mendukung agenda besar Indonesia di sektor energi ke depan,” ujar Rosan.

Baik serikat pekerja maupun pengamat ekonomi sepakat bahwa keberhasilan restrukturisasi BUMN energi harus tetap berpijak pada prinsip inklusif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. Mereka berharap dialog antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat terus dijaga agar arah transformasi berjalan seiring dengan penguatan kedaulatan dan pelayanan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.