Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Asta Cita, BTN Targetkan 10.000 Unit Rumah Rendah Emisi Di 2025
Rabu, 4 Juni 2025 17:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, dengan menargetkan 10.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2025. Sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni ekonomi hijau.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, sebagai bagian dari upaya tersebut, BTN aktif mempertemukan pelaku UMKM produsen material ramah lingkungan dengan para mitra pengembang perumahan.
Langkah ini juga merupakan bagian dari roadmap BTN menuju pembangunan 150.000 unit Rumah Rendah Emisi (RRE) hingga tahun 2029.
“BTN juga menargetkan minimal 15 persen penggunaan material ramah lingkungan pada setiap unit rumah rendah emisi mulai 2025,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (4/6/2025).
Baca juga : Dukung Program 3 Juta Rumah, bank bjb Siap Salurkan 35.000 Rumah Subsidi
Sebab, perubahan iklim adalah kenyataan global yang dampaknya sudah dirasakan di Indonesia.
Setiyo menambahkan, langkah BTN ini juga menjadi upaya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ekonomi hijau, termasuk dari sektor perumahan.
“Tahun ini, harapannya ada 10.000 rumah rendah emisi yang akan jadi stepping stone bersama-sama untuk kebaikan bumi,” ujarnya.
Lebih lanjut Setiyo mengatakan, upaya meningkatkan jumlah rumah rendah emisi ini juga menjadi langkah strategis BTN mendukung target Pemerintah Indonesia untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Baca juga : Didukung BCA, Menteri Ara Optimis 350 Ribu Rumah Subsidi Bisa Diserap Pasar
Apalagi, hingga kini peningkatan suhu bumi telah menyebabkan musim hujan tidak teratur hingga kenaikan permukaan air laut.
Perubahan iklim memiliki dampak bagi pertumbuhan ekonomi karena berpengaruh pada rantai pasok pangan dan menjalar ke sektor lainnya.
“BTN sebagai enabler ekonomi juga akan berupaya mendukung pembangunan rumah rendah emisi, untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkapnya.
Hingga akhir 2024, BTN telah menggandeng 8 pengembang yang mulai menerapkan 10 persen material ramah lingkungan dalam pembangunan 1.367 unit rumah pada tahun 2024.
Setiyo menyebutkan jika target 150.000 unit rumah rendah emisi tercapai, maka akan mencatatkan pengurangan limbah plastik sebanyak lebih dari 2,2 juta kilogram atau setara 1,3 miliar bungkus mie instan.
Selain itu, akan ada pengurangan 2.425 ton emisi karbon atau sama dengan menanam 110.000 pohon.
"Melalui inisiatif ini, BTN menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menyediakan akses perumahan yang terjangkau dan layak huni. Tetapi juga dalam mendorong gaya hidup rendah emisi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia," pungkas Setiyo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya