Dark/Light Mode

Di Forum Ekonomi Dunia, Ketum Kadin Promosikan Peluang Investasi di Indonesia

Senin, 20 Januari 2025 19:58 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (Foto: Instagram Anindya)
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (Foto: Instagram Anindya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Melalui World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie membawa misi mempromosikan peluang investasi di Indonesia.Tak hanya itu, bersama Pemerintah, Kadin Indonesia juga turut mencari pasar untuk sektor perdagangan nasional agar lebih luas lagi.

“Ini sangat mungkin (dilakukan) di tempat seperti di Davos, World Economic Forum. Kalau kita lihat nanti topik-topik ini, kan intinya adalah ada 5 hal besar yang semuanya sangat relevan dengan Indonesia,” ujar Anin, usai menghadiri pembukaan Forum Ekonomi Dunia di Resor Pegunungan Davos, Swiss, Senin (20/1/2025).

Anin lalu menjelaskan, kelima hal tersebut. Pertama, mengenai pertumbuhan ekonomi. Hal itu selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi delapan persen.

Baca juga : Dorong Kemandirian Energi, Prabowo Resmikan Puluhan Proyek Listrik di Indonesia

Kedua, mengenai industrialisasi dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). “Indonesia membutuhkan banyak sekali ilmu-ilmu dan teknologi supaya bisa memperlancar atau mempercepat pertumbuhan-pertumbuhan industrialisasi seperti (AI/Kecerdasan Buatan) ini,“ ujarnya.

Ketiga, membahas mengenai reabilitas membangun kepercayaan global di tengahsituasi geopolitik dunia yang banyak memengaruhi pertumbuhan ekonomi. “Juga membuka bagaimana mencari talenta-talenta untuk bisa men-support pertumbuhan (ekonomi) ini. Danjuga tentunya yang terakhir, isu-isu keberlanjutan lingkungan yang sangat penting akan dibahas di sini,” jelas Anin.

Anin merasa, Forum Ekonomi Dunia seperti ini banyak membuka kesempatan bagi Indonesia. "Apalagi hari ini (Senin, 20/1/2025), Presiden Trump kan baru saja diinagurasi. Banyak sekali (peserta forum) yang ingin mengetahui bagaimana kebijakan-kebijakan beliau kedepan. Mereka (ekonominya) melambat, sehingga banyak yang ingin mencari ke India dan China, dan kebetulan akhir pekan ini kami (Kadin) juga akan ke sana (India),” papar Anin.

Baca juga : Terbang Ke Sumedang, Prabowo Resmikan 26 Pembangkit Listrik & 11 Gardu Induk

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani yang juga hadir dalam Forum Ekonomi Dunia ini mengatakan, dengan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia ingin menyampaikan beberapa visi misi dan juga target Pemerintah. Rosan menambahkan, di dalam Forum Ekonomi Dunia ini Pemerintah juga ingin menyampaikan potensi investasi yang akan difokuskan pada renewable energy, yang berkelanjutan dan berkesinambungan dan disampaikan.

“Kita ingin menyampaikan kebijakan-kebijakan yang sudah disempurnakan sehingga ingin menimbulkan better investment climate (iklim investasi yang lebih baik), dan juga ease of doing business (kemudahan berbisnis) di Indonesia,” ujar Rosan.

Rosan akan bertemu banyak pejabat dan pengusaha selama mengikuti Forum Ekonomi Dunia ini. “Saya rencana bertemu dengan tujuh pimpinan se-level menteri-menteri yang juga bahkan Deputy Prime Minister dan untuk private sector-nya kita akan ketemu banyak sekali {pengusaha),“ pungkas Rosan.

Baca juga : Ketum Partai Gema Bangsa Beri Gagasan Indonesia Reborn

Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia ke-55 di Davos kali ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 3.000 peserta yang mencakup lebih dari 130 negara, terdiri dari para kepala negara, lebih dari 1.600 pelaku bisnis dunia, dan juga akademisi yang akan berpartisipasi kurang lebih di 300 forum diskusi. Forum Ekonomi Dunia tahun ini berlangsung pada 20-24 Januari 2025 dengan mengangkat tema Kolaborasi di Era Kecerdasan Buatan, yang memfokuskan kerja sama global dalam menghadapi tantangan kondisi geopolitik, transformasi digital, hingga isu keberlanjutan.

Kehadiran Kadin Indonesia dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos kali ini didukung oleh PTGrab Teknologi Indonesia, Adaro, Astra International, Royal Golden Eagle (RGE) Group, Lippo Indonesia, Bakrie Group, Indorama, Pertamina, PLN, MIND.ID, dan Bank Mandiri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.