Dark/Light Mode

Bareng Hyundai, Anak Jakarta Ubah Sampah Plastik Jadi Berkah

Jumat, 20 Juni 2025 09:23 WIB
Dengan dukungan Hyundai, anak-anak Jakarta lawan polusi plastik dari lingkungan terdekat: rumah dan sekolah. (Foto: Hyundai)
Dengan dukungan Hyundai, anak-anak Jakarta lawan polusi plastik dari lingkungan terdekat: rumah dan sekolah. (Foto: Hyundai)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah tumpukan sampah plastik Jakarta, sekelompok anak dan remaja memilih bergerak. Lewat program ekonomi sirkular bersama Hyundai dan Save the Children, mereka tak hanya memilah sampah dari rumah, tapi juga mengubahnya jadi uang dan harapan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, plastik menempati urutan kedua terbanyak dengan persentase 22,95 persen dari total timbunan sampah di DKI Jakarta. Setiap harinya, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang menerima sekitar 7.200 hingga 7.500 ton sampah. Dari jumlah itu, rumah tangga dan pasar menjadi penyumbang terbanyak, masing-masing sebesar 53,74 persen dan 14,48 persen.

Di tengah persoalan tersebut, sekelompok anak dan orang muda yang tergabung dalam Child Campaigner memilih bertindak. Mereka tak hanya berbicara, tapi juga bergerak. Melalui dukungan Save the Children Indonesia dan Hyundai Motor Company, mereka mendorong perubahan perilaku dari rumah melalui program Ekonomi Sirkular.

Hyundai mendukung program ini melalui inisiatif Creating Shared Value (CSV) bertajuk Hyundai Continue, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Sejak digulirkan pada November 2022, program ini telah memasang 89 dropbox pemilahan sampah plastik di 20 sekolah, 4 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), serta kawasan publik seperti perumahan, rumah makan, dan area olahraga. Tujuannya sederhana namun berdampak: membiasakan memilah sampah dari rumah.

Baca juga : Tak Lama Lagi, Sampah Bakal Jadi Harta Karun

Upaya tersebut telah mencegah 19 ton plastik setara 1.018.218 botol berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah yang terkumpul diolah menjadi berbagai produk daur ulang bernilai ekonomi seperti boneka dan kaos. Lewat kerja sama dengan platform Plastic Pay, warga yang menyetorkan sampah plastik ke dropbox bisa menukar poinnya menjadi saldo uang digital. Hingga kini, manfaat ekonomi program ini telah menyentuh nilai Rp 57 juta bagi warga Jakarta.

Namun, program ini tak berhenti pada urusan daur ulang. Edukasi menjadi elemen penting. Anak-anak yang tergabung dalam Child Campaigner menciptakan beragam alat peraga dan permainan edukatif, seperti ular tangga raksasa, Yes or No dengan papan putar, dan Tajalo (Tanya Jawab Lompat). Permainan ini digunakan saat mereka menggelar kampanye di sekolah-sekolah dan pemukiman warga, menyosialisasikan bahaya sampah plastik dan pentingnya memilah sejak dini.

Mereka bahkan berdialog langsung dengan pemerintah setempat untuk menyuarakan hak anak atas lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu kampanye yang terus mereka galakkan adalah Cerdas Pilah Plastik, wadah bagi anak-anak dan remaja untuk beraksi sekaligus mengedukasi.

“Penggunaan plastik berlebih menimbulkan polusi yang jadi ancaman nyata bagi tempat kami tumbuh dan bermimpi. Kampanye ini mengajak semua pihak bergerak bersama,” ujar Shifa (17), anggota Child Campaigner Jakarta Jumat (20/6/2025).

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Selasa 17 Juni, Hadir Di 5 Lokasi

Aksi mereka memang tidak besar, tapi memberi pengaruh luas. Ketika anak-anak diberi ruang dan kepercayaan, mereka bisa menghadirkan perubahan nyata. Kesadaran masyarakat pun pelan-pelan terbentuk: bahwa pengelolaan sampah plastik sebaiknya dimulai dari rumah.

“Anak-anak bukan cuma korban dari krisis lingkungan, tapi juga bagian dari solusi,” kata Program Manager Ekonomi Sirkular, Save the Children Indonesia, Leonard Benny Johan. 

Leonard menegaskan, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, anak-anak harus diberi ruang untuk didengar dan berkontribusi.

Kolaborasi dalam program ini menjadi pondasi penting agar upaya pengurangan sampah plastik berjalan konsisten dan berkelanjutan. 

Baca juga : Cara Mengubah Tampilan Tema WhatsApp Jadi Lebih Menarik

Adanya keterlibatan aktif anak-anak, dukungan swasta, serta kemitraan dengan pemerintah daerah, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi urusan lingkungan, tetapi juga perjuangan atas hak anak untuk tumbuh di tempat yang sehat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.