Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Buleleng Sambut Proyek Bandara, Dorong Proses Terbuka dan Akuntabel
Jumat, 4 Juli 2025 15:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana pembangunan Bandara Bali Utara yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 disambut penuh harapan oleh masyarakat Buleleng.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Kubutambahan, Gede Anggastia menilai masuknya proyek bandara dalam RPJMN sebagai wujud perhatian Pemerintah Pusat terhadap Bali Utara.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi dan kejelasan mengenai pihak yang akan mengeksekusi proyek tersebut.
Ia menilai, perlu verifikasi terhadap kesiapan investor yang akan membiayai proyek ini, apakah calon pelaksana benar-benar memiliki kapasitas finansial dan rekam jejak yang kredibel.
“Patut dipertanyakan investor tersebut, jelas apa tidak dan punya uang untuk membangun atau tidak. Jangan hanya jadi komoditas dan mengorbankan Bali Utara. Investor tersebut perlu diaudit dipastikan kesiapannya jangan sampai investor abal-abal,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).
Baca juga : Sampoerna Dorong Inovasi Produk Bebas Asap Berbasis Sains dan Teknologi
“Saya katakan begitu karena pembangunan bandara ini untuk jangka panjang dan untuk kepentingan masyarakat Buleleng,” imbuh Anggas, sapaan akrabnya.
Sementara Pemerintah Provinsi Bali sendiri, dikatakan Anggas ingin agar proyek bandara di Bali Utara benar-benar dibangun untuk kepentingan masyarakat Buleleng dan Bali pada umumnya.
“Gubernur ingin semua dikaji dengan matang sehingga bandara yang dibangun nanti bisa menggerakkan ekonomi dan pembangunan di Buleleng," sambung Anggas.
Sebab, Pemprov Bali berharap pembangunan bandara di Bali Utara bisa menyerap tenaga kerja dari warga Buleleng dan Bali umumnya. Bukan mendatangkan tenaga kerja dari luar Buleleng dan Bali.
Sejauh ini, kata Anggas, pihaknya menemukan informasi bahwa PT BIBU sudah ditunjuk sebagai pelaksana. Ia meminta klarifikasi dari perusahaan tersebut.
Baca juga : Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Polri Didorong Lakukan Transformasi Kelembagaan
Terpisah, Pengamat Tata Ruang dan Perkotaan dari Universitas Udayana (Unud), Putu Rumawan Salain menyesalkan adanya rencana pembangunan bandara tanpa paparan yang jelas ke publik soal konsep integrasi dan konektivitas ke Bali Selatan.
"Semua kan harus terukur, kajian yang jelas bukan asalan. Ini membangun bandara itu harus terintegrasi semua," tuturnya.
Pengamat Pembangunan, I Made Pranajaya juga menyebut, perlu ada transparansi kepada publik mengenai siapa sebenarnya pemrakarsa yang memang berkomitmen untuk membangun bandara.
“Sudah waktunya pemerintah tegas. Jangan biarkan tanah dan harapan masyarakat digantung terlalu lama oleh investor yang tidak punya kapasitas dan kredibilitas yang jelas,” tegasnya.
Warga berharap proyek vital seperti bandara bisa dijalankan oleh pihak yang serius dan punya rekam jejak jelas, demi pemerataan pembangunan Bali Utara yang selama ini tertinggal dari wilayah selatan.
Baca juga : Warga Dan Pelajar Indonesia Di Singapura Sambut Hangat Presiden Prabowo
Terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa belum memberikan tanggapan soal polemik ini.
"Ke Kabag Humas aja pak, sedang ada acara," kata Lukman Laisa saat dihubungi wartawan, Kamis (3/7/2025) petang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya