Dark/Light Mode

Riset Ipsos 2025: Shopee Paling Berdampak Dukung UMKM dan Brand Lokal

Kamis, 17 Juli 2025 14:26 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Persaingan platform e-commerce di Indonesia kini bergeser dari sekadar adu transaksi menjadi ajang unjuk kontribusi nyata terhadap pertumbuhan UMKM dan brand lokal.

Hal ini tercermin dari hasil riset Ipsos Indonesia bertajuk E-Commerce Seller Satisfaction 2025 yang menunjukkan Shopee sebagai platform dengan dampak paling kuat bagi pelaku usaha lokal.

Riset ini melibatkan 350 responden dari kalangan UMKM dan brand lokal di seluruh Indonesia. Hasilnya, mayoritas pelaku usaha menilai Shopee sebagai platform yang paling dikenal, paling sering digunakan, serta paling direkomendasikan untuk menjalankan bisnis.

Shopee mencatat tingkat Top of Mind sebesar 66 persen dan menjadi platform utama bagi 70 persen responden.

Baca juga : Ini 5 Pemain Yang Mau Dibuang Man United

Sementara tingkat loyalitas pengguna tercermin dari Net Promoter Score sebesar 77 persen, tertinggi dibandingkan TikTok Shop (69 persen), Tokopedia (67 persen), dan Lazada (67 persen).

Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, menjelaskan bahwa riset ini tak hanya mengukur popularitas, tetapi juga sejauh mana platform e-commerce membangun koneksi dan kontribusi nyata bagi pelaku usaha.

“Yang menarik adalah bagaimana tiap platform mulai berlomba bukan sekadar berebut transaksi, tapi juga menunjukkan perannya dalam mendukung UMKM dan brand lokal untuk tumbuh,” ujar Andi.

Ia menambahkan, riset ini juga menyoroti faktor-faktor utama yang memengaruhi preferensi pelaku usaha dalam memilih platform digital.

Baca juga : Bantuan Perlengkapan Sekolah Anak Ojek, Pertamina Berdayakan Produk Lokal

“Kami mengukur tingkat awareness penjual, loyalitas terhadap platform, serta persepsi terhadap fitur dan kampanye yang ditawarkan. Harapannya, hasil riset ini memberikan gambaran komprehensif tentang lanskap kompetisi e-commerce di Indonesia, termasuk kinerja dan persepsi terhadap pemain utama seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada,” jelasnya.

Dalam hasil riset, pelaku UMKM menyebut alasan utama menggunakan e-commerce adalah untuk memperluas jangkauan usaha, kemudahan operasional yang fleksibel, serta proses yang praktis.

Shopee dinilai paling mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui program gratis ongkir, kategori produk yang lengkap, dan keuntungan yang lebih besar.

Platform ini juga unggul dalam penyediaan laman kurasi produk lokal, edukasi usaha melalui program seperti Kampus UMKM dan Bimbel Shopee, serta fitur interaktif seperti live streaming dan video pendek yang berdampak langsung pada penjualan.

Baca juga : Di MineXcellence 2025, SRE Ajak Generasi Muda Dukung Tambang Berkelanjutan

Kampanye tematik seperti Ramadan juga menjadi indikator penting. Shopee tercatat memiliki partisipasi dan dampak tertinggi, dengan 94 persen pelaku usaha mengikuti kampanyenya dan 93 persen di antaranya merasakan peningkatan penjualan selama periode tersebut.

Shopee juga dinilai sebagai platform paling membantu dalam ekspansi ke pasar global melalui program ekspor yang dinilai efektif oleh 62 persen responden.

Andi Sukma menegaskan bahwa dalam era kompetisi digital yang semakin kompleks, platform yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling berdampak dan konsisten membangun ekosistem bagi pelaku usaha.

“Pada akhirnya, yang memenangkan hati pelaku usaha adalah mereka yang adaptif terhadap perubahan, setia membimbing, dan menjadi solusi ketika tantangan datang. Bukan hanya menyediakan ruang jualan, tapi menghadirkan ekosistem pertumbuhan,” tutup Andi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.