Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lilin Jelantah Karya UMKM Binaan PDC Unjuk Gigi di Workshop ESG
Kamis, 7 Agustus 2025 05:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Workshop ESG Integration in Construction: Building Sustainable Infrastructure for Net Zero Future yang digelar PT Patra Drilling Contractor (PDC) tak hanya menyorot isu infrastruktur ramah lingkungan, tapi juga jadi ajang unjuk gigi produk kreatif dari mitra binaan.
Dalam kegiatan yang digelar di Townhall, PDC Tower, Jakarta, Kamis (31/7), seluruh peserta mendapat cinderamata unik: lilin aromaterapi eksklusif berbahan dasar minyak jelantah, hasil olahan peserta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PDC bertajuk Mari Kelola Jelantah Kita (MALIKA).
Corporate Secretary PDC Ani Aryani menjelaskan, program pengolahan minyak jelantah ini bertujuan mengurangi limbah dan menjadikannya produk bernilai guna.
“Sesuai tujuan program TJSL PDC lainnya, program ini juga kami selenggarakan agar dapat memberdayakan masyarakat melalui kegiatan kewirausahaan berbasis UMKM lokal,” ujar Ani.
Baca juga : Batik Fractal Pamerkan Karya UMKM Batik Sukabumi Di Expo Osaka 2025
Program MALIKA dipilih karena selaras dengan unit bisnis Food and Lodging Services (FLS) milik PDC yang rutin menghasilkan minyak jelantah dari aktivitas dapur dan katering.
Lilin yang dibagikan dalam workshop merupakan hasil pelatihan intensif pengelolaan minyak jelantah yang diadakan di Desa Petani dan Desa Bulumanis, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Pelatihan berlangsung selama 14 hari sejak 26 Juli 2025, melibatkan penyulingan, bleaching, pembuatan lilin dan sabun, pengemasan, hingga pelatihan manajemen usaha.
“Total program dilaksanakan selama tiga bulan. 14 hari untuk pelatihan secara langsung, sisanya berupa pendampingan program dan usaha,” tambah Ani.
Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Unjuk Gigi Di KOIMA 2025
Ia menjelaskan, pelatihan ini tak hanya mengajarkan teknis produksi, tapi juga mendorong semangat wirausaha dan pemanfaatan limbah menjadi nilai ekonomi.
Selain lilin aromaterapi, hasil pelatihan juga meliputi sabun batang dan sabun cair yang bisa digunakan kembali di dapur atau kamar mandi unit FLS PDC.
“Untuk kali pertama ini PDC telah menargetkan produksi 750 buah lilin aromaterapi, 750 buah sabun batang, juga 750 botol sabun cair. Bahannya bisa memanfaatkan 100–150 liter minyak jelantah yang dihasilkan dapur dan katering PDC. Dan siklus ini kemungkinannya akan berkelanjutan,” jelas Ani lagi.
PDC pun mengapresiasi respons positif dari peserta workshop yang antusias menerima produk daur ulang ini.
Baca juga : Libur Sekolah, KCIC Berikan Diskon 50 Persen Untuk Seluruh Rute Whoosh
“PDC sangat bangga dan bersyukur saat hasil produksi pertama peserta pelatihan bisa diterima peserta workshop ESG Integration in Construction dengan baik, bahkan diapresiasi karena tampilannya yang eksklusif,” ungkap Ani.
“Semoga ketika peserta pelatihan memasarkan secara luas, masyarakat juga tertarik dan bisa menerima produk-produk ini dengan baik,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya